Rabu, 13 November 2013 , 14:26:00 WIB

Kredit Mencekik Leher, Ibu-ibu Protes Koperasi Kredit Rukun Damai

Laporan: Satria Yuda

Untuk Indonesia Hebat Puluhan orang yang didominasi ibu-ibu, berunjuk rasa di depan kantor Koperasi Kredit (CU) Rukun Damai Jalan HM Jhoni, Pasar Merah, Medan, Rabu (13/11) siang.

Mereka memprotes praktik kredit yang dinilai sangat mencekik leher oleh koperasi tersebut. Dalam aksinya, para pendemo membawa poster yang isinya menyatakan CU Rukun Damai bertindak seperti drakula pengisap darah.

"Kembalikan surat tanahku. Penipu kau," teriak seorang perempuan setengah baya itu sambil membuka kaus hitamnya.

Perempuan bertubuh gemuk ini hanya satu dari puluhan pendemo yang kecewa dengan CU Rukun Damai.

Sugiarni (43), warga Jalan Cemara I, Batang Kuis, Deliserdang, yang ikut berunjukrasa, mengaku sudah dirugikan lembaga itu sejak awal.

"Saya mau meminjam karena 3 hari sudah cair. Saya utang Rp 1,5 juta, saya terima Rp 700-an ribu. Rp 500 ribu katanya untuk simpanan kami, sisanya orang itu yang tahu. Kami diwajibkan membayar Rp 13 ribu sehari untuk 300 hari," katanya.

Persoalan mulai muncul, setelah Sugiarni dinyatakan berutang Rp 3 juta. Dia setuju saja dan menyepakati nominal utang itu dengan menandatangani perjanjian. Tapi, belakangan utangnya itu membengkak jadi Rp 6 juta.

"Karena tukang kutipnya tak datang-datang, bunga jalan terus, tahu-tahunya sudah Rp 6 juta, bahkan sekarang jadi Rp 10 juta," jelasnya.

Hal serupa dialami Hamidar (44), juga warga Batang Kuis. Perempuan ini mengaku berutang Rp 30 juta, namun hanya terima Rp 27 juta. Belakangan utangnya disebut sudah Rp 60 juta.

"Bahkan sekarang sudah Rp 100 juta lebih. Surat tanah saya ditahannya," jelas perempuan ini sambil menangis.

Para pengunjuk rasa ini menuntut agar persoalan utang itu diselesaikan dengan wajar. Mereka tetap bersedia membayar selama angkanya tidak mencekik leher.

"Namanya utang kan harus dibayar, tapi janganlah keterlaluan. Kalaupun disebut kami jadi berutang Rp 3 juta seperti yang kami teken, biarlah, jangan nambah lagi. Kami ini orang kecil, kami meminjam untuk modal," imbuh Sugiarni.

Perwakilan pengunjuk rasa sempat dipersilakan masuk ke dalam kantor CU Rukun Damai. Namun setelah keluar dari sana mereka menyatakan tidak ada titik temu. [ded]


Comments