Senin, 03 April 2017 , 14:08:00 WIB

Kesal Lihat Kondisi Pasar, Ini Yang Dilakukan Bupati JR Saragih di Dolok Silau

Laporan: Robedo Gusti

Kinerja semangat baru Sumatera Utara Bupati Simalungun JR Saragih terus dilakukan. Kali ini, dirinya menyambangi Nagori Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Setibanya di Nagori Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Bupati Simalungun JR Saragih langsung menyambangi pajak (pasar-red). Di sana, ia sempat terlihat marah karena kesal dengan kondisi pasar yang sangat kotor.

"Kenapa di sini enggak bisa bersih? Budayakan kebiasaan kebersihan, kebersihan adalah wajah Nagori ini. Pokoknya turunkan 60 orang untuk membersihkan wilayah ini," ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Senin (3/4).

Selepas melihat kondisi pajak, orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini kemudian melakukan fogging. Baginya, di seluruh Nagori di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara harus bebas dari nyamuk demam berdarah.

Sekira 30 menit melakukan fogging, JR Saragih langsung bergerak meninjau tata nagori (desa-desa) yang ada di Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menurutnya, pertumbuhan perekonomian di Nagori Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara harus meningkat apalagi di Dolok Silau memiliki tingkat pengangguran paling tinggi yang di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Saya minta kepada Camat Dolok Silau untuk menata yang baik, kalau tidak ditata perekonomian maka akan mati. Hidupkan perekonomian di Dolok Silau," tegasnya.

 Menanggapi hal ini, Camat Dolok Silau Willy Damanik berjanji segera membenahi wilayahnya. Salah satu langkah yang segera dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan untuk meningkatkan perekonomian.

"Untuk meningkatkan taraf perekonomian maka kita akan menggali potensi pariwisata seperti bekas kerajaan Dolok silau di Nagori Dolok Mariah dan kita sudah berkomunikasi untuk membuka lahan tersebut untuk menggali nilai sejarah sehingga ada daya tarik sejarah dari Dolok Silau," beber Camat Dolok Silau, Willy Damanik.

Kemudian, demi mengatasi persoalan kebersihan maka pihaknya akan berkoordinasi dengan 14 Nagori yang dimiliki dalam satu Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Kita juga berkomunikasi dengan seluruh pangulu (kepala desa-red) dengan menggilir kegiatan gotong royong. Di mana yang akan berjalan yakni  Nagori Panribuan, Cinkes, Silau Merawan, Bosi Sinombak, Huta Saing," tukasnya.[rgu]


Comments