Rabu, 27 Februari 2013 , 21:32:00 WIB

OKP di Medan Bentrok Rebut Lahan, Korban Terkapar Dibacok

Laporan:

Fun On The Road Sore tadi, warga Jalan Aluminium, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Labuhan-Deliserdang mencekam. Pasalnya, 2 kubu OKP (Organisasi Kemasyarakatan, Red) terlibat bentrok, karena masalah lahan pabrik Nutri Jeruk di sana.

Informasi yang diperoleh MedanBagus.Com, dua kubu OKP saling bentrok di pinggir jalan. Akibatnya warga yang dekat dengan lokasi bentrok ketakutan dan memilih bersembunyi di dalam rumah masing-masing.

Wardi (50), salah satu warga sekitar mengatakan, saat kejadian dia melihat Organisasi GRIB datang di lahan yang telah lama dikelola OKP IPK.

Tak berapa lama kemudian, sambungnya, saat itu kedua pimpinan OKP terlibat adu mulut. Namun, sebutnya, setahu bagaimana keduanya sudah adu jotos di pinggir jalan tepat di depan pabrik itu.

"Saat saya keluar dari rumah, sudah saya lihat dua pria ribut adu mulut gitu. Terus, tak berapa lama tiba-tiba kedua pimpinan OKP saling pukul-pukulan dan diikuti dengan anggota masing-masing OKP," kata pria yang berdagang es kelapa itu.

Saat itu, salah satu dari kubu Organisasi GRIB melayangkan parang ke dada sebelah kiri korban dan seketika itu dada korban bercucuran darah. Ketika melihat korban berlumuran darah, pelaku langsung kabur. Tak lama warga yang melihat langsung memboyong korban ke RSU Martha Friska.

"Terus tak lama, pelaku itu langsung melayangkan parang ke dada korban dan parang itu diambil dari punggunya. Tak berani warga di sini mendekati karena keduanya orang OKP. Sudah itu organisasi GRIB langsung kabur dan korban kami bawa ke RSU Martha Friska," sebutnya.

Tak berapa lama, salah satu anggota OKP IPK melihat anggota OKP GRIB yang lewat tepat di depan mereka dengan menunggangi sepeda motor. Melihat itu OKP IPK kembali mengejar dengan memegang sebilah Samurai.

Suara teriakan ''bunuh'' terdengar di telinga masyarakat di sekitarnya.

Ketika ditemui salah satu anggota IPK yang enggan namanya disebutkan mengatakan, hanya karena masalah lahan.

"Ini hanya karena masalah lahan Pabrik yang produksi Nutri Jeruk itu mau digarap sama anggota GRIB. Siapa yang terima dan kita kejar terus pelakunya. Dia yang bacok ketua kami," kata pria yang menggunakan ketapel di tangannya itu.

Kasat Reskrim Polresta KP3 Belawan, AKP Yudi P SIK mengaku, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti.

"Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan dan pelaku yang identitasnya sudah kita kantongi sedang kita kejar," bebernya. [ans]

Write A Comment