post image
KOMENTAR

Insiden kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17, secara bertubi-tubi membawa sial bagi Rusia.

Setelah beragam sanksi diberikan kepada Rusia, mulai dari sanksi Amerika Serikat hingga sanksi ekonomi dan larangan perjalanan dari Uni Eropa, kini negeri yang berada di belahan bumi utara itu juga berpotensi kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah helatan akbar Piala Dunia 2018.

Hal itu tersiar setelah Wakil Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg, mengungkapkan keraguan jika Rusia harus menjadi pusat ajang sepakbola empat tahunan itu. Kata Clegg, meski ancaman penarikan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia akan menjadi sanksi politik dan simbolik yang ampuh, namun kebijakan lain juga tetap diperlukan untuk menekan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

"Jika ada satu hal yang dianggap bahwa Vladimir Putin peduli, sejauh yang saya lihat itu hanya sekadar status," ujarnya, seperti dilansir Sunday Times (Minggu, 27/7/2014).

Para pemimpin dunia, lanjut Clegg, tidak akan rela jika Piala Dunia 2018 tetap digelar di Rusia tanpa adanya perubahan mendasar dari Rusia.

"Mungkin mengingatkannya (Putin) bahwa ia tidak dapat mempertahankan status yang sama di dunia jika Anda mengabaikan seluruh dunia. Mungkin kalimat itu akan memiliki beberapa efek pada pemikirannya," tandasnya.[rmol/rgu]

Juara Bertahan Liverpool Tersingkir Dari Liga Champion

Sebelumnya

Menang Tipis Dari KKBO Langkat United Jadi Modal PSMS Medan Jelang Laga Perdana Liga 2 Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Olahraga