post image
KOMENTAR
Jika fundamental ekonomi Indonesia kuat, dalam arti Neraca Perdangan, Neraca Transaksi Berjalan dan Neraca Pembayaran dan APBN sehat, pengaruh pengetatan suku bunga yang dilakukan Bank Sentral AS, Federal Reserve Bank, tidak akan berdampak bagi Indonesia.

Demikian dikatakan ekonom senior Dr Rizal Ramli yang juga pernah jadi menteri keuangan dan kini merupakan salah seorang anggota Panel Ahli PBB, kepada Situs Berita Rakyat Merdeka Online, Kamis (18/12).

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin anjlok dan sempat diperdagangkan pada kisaran Rp 13.000 per dolar AS.

Menurut Rizal, para menteri di Kabinet Kerja saat ini hanya sibuk menyalahkan faktor-faktor internasional, tapi tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan dilakukan untuk mengurangi quatro deficits secepatnya.

"Fundamental ekonomi Indonesia saat ini tidak sehat, lampu kuning, karena masalah quatro-deficits. Tetapi aneh, JK dan para menteri meyakinkan Jokowi sebaliknya, bahwa fudamental ekonomi Indonesia sehat. Ada apa? Desepsi?" ujar dia.

Jelas Rizal, kalau fundamental ekonomi sehat, rupiah tidak akan anjlok. Dan kalau sehat mengapa Bank Indonesia intervensi Rp 5 triliun hanya untuk menjaga rupiah tidak anjlok lebih dari Rp 13.000 per dolar, setelah sebelumnya rata-rata Rp 2,5 triliun per hari.

"Tolong bicara yang benar, agar bisa fokus cari solusi," tandasnya. [hta/rmol]


Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi