post image
KOMENTAR
Komisi VIII DPR mendesak dibentuknya komisi khusus penanganan anak mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai, selama ini pemerintah hanya fokus pada warga eks Gafatar saja, tapi belum memberi perhatian cukup kepada anak-anak mereka yang juga menjadi korban.

"Kami mendesak pembentukan komisi khusus penanganan anak korban radikalisasi," katanya di Jakarta, Kamis (4/2).

Sodik mengaku telah melihat secara langsung kondisi anak-anak yang orang tuanya menjadi pengikut Gafatar. Di mana, sikap orang tua yang berubah akibat berada di bawah pengaruh paham radikal membuat anak-anak juga ikut terbawa.

"Saya melihat anak-anak eks Gafatar secara tidak langsung sudah terpengaruh paham radikal. Contohnya mereka sangat acuh saat orang lain bicara, namun saat pimpinannya bicara mereka langsung spontan bertepuk tangan," jelasnya.

Dikhawatirkan, apabila hal tersebut dibiarkan maka paham radikal dapat tertanam sejak dini dengan mempengaruhi perilaku anak-anak.

"Tidak bisa hanya dibiarkan, pemerintah jangan terpaku pada konsep deradikalisasi orang tuanya saja," beber Sodik.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, nantinya komisi yang dibentuk akan melibatkan Kementerian pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, juga Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Hal tersebut akan kami sampaikan saat rapat bersama kementerian yang menjadi mitra kerja kami pada pekan depan," tandas Sodik.[rgu/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas