Senin, 29 Februari 2016 , 12:10:00 WIB

Jokowi: Proyek Infrastruktur Perlu Batasi Barang Impor

Presiden Joko Widodo meminta agar penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam sambutannya di acara penandatanganan kegiatan strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 2016 di kantor kementerian, Jakarta, Senin, (29/2).

Ia memastikan akan semakin ketat dalam melakukan pengawasan dalam setiap proyek yang dilakukan di Indonesia.

"Hati-hati masalah ini, yang sering menggunakan barang-barang impor pasti akan saya kejar, benar atau tidak benar," katanya.

Selain meminimalisir penggunaan barang-barang import, Jokkwi juga mendorong agar setiap tender proyek juga melibatkan kontraktor-kontraktor lokal. Hal ini untuk penyetaraan, agar gekiat bisnis kontraktor lokal juga brrlangsung dengan baik.

"Saya ingin agar melibatkan kontraktor-kontraktor lokal sehingga peredaran uangnya tidak kembali lagi ke Jakarta. Uangnya harus ditinggal di daerah sehingga ekonomi daerah jalan," ujar Presiden.

Kementerian ESDM telah menggelar penandatanganan Kontrak APBN pengadaan barang dan jasa ESDM 2016 sebanyak 133 paket senilai Rp3,04 triliun.

Presiden meminta Menteri ESDM Sudirman Said dan pejabat terkait untuk terus memantau perkembangan pembangunan proyek yang telah ditandatangani tersebut.

"Juga kepala daerah bila ada masalah segera ambil keputusan, segera selesaikan dan jangan terlalu banyak didiskusikan," kata Jokowi.[rgu]


Comments