Rabu, 20 Juli 2016 , 02:45:00 WIB

Pemerintah Apresiasi Swasta yang Kelola Limbah Keramba Danau Toba

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya mengapresiasi perusahaan budidaya ikan Tilapia atau ikan nila di Danau Toba, Sumatera Utara, yang menggunakan teknologi tepat guna.

Perusahaan-perusahaan itu ikut serta mengurangi kadar limbah di Danau Toba yang kini telah menjadi kawasan wisata terpadu nasional.

PT Suri Tani Pemuka (STP), anak perusahaan makanan nasional JAPFA, menggunakan teknologi pemberian pakan yang optimal dan terukur dalam pengelolaan keramba, dengan menggunakan mesin Feed Broadcaster produksi Kanada. Dengan begitu, pengawasan pemberian pakan dapat dilakukan secara lebih akurat dan pakan dapat dipastikan habis termakan oleh ikan dalam waktu cepat.

Perusahaan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah dengan penggunaan Lift-up system, yang menjadi standar budidaya salmon di dunia.

Alat lift-up system berfungsi untuk menyedot ikan mati dan kotoran lainnya dari dasar keramba sehingga tidak mengkontaminasi danau. Kotoran dan ikan mati tersebut kemudian dijadikan bahan pupuk organik.

Perusahaan yang memilik brand Toba Tilapia ini juga kemudian melatih kelompok petani setempat untuk mengolah pupuk organik tersebut.

"Untuk penanganan limbah, feses ikan, dan ikan mati memang STP sudah punya teknologi, untuk mengurangi kadar limbah keramba, sehingga sudah sangat sustain budidaya ini," ujar Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Djoko Hartoyo, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, (19/7).

Pada kesempatan yang sama, External Relation Director JAPFA, Rachmat Indrajaya, mengakui pihaknya melakukan budidaya ikan nila dengan ramah lingkungan untuk melestarikan lingkungan hidup di Danau Toba.

Pihaknya akan sangat mendukung upaya pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kualitas air Danau Toba. Menurutnya, kualitas air Danau Toba tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan di Danau Toba itu sendiri, tapi juga sangat tergantung dari kualitas air yang mengalir dan bermuara di Danau Toba.

"Walaupun budidaya tilapia di Danau Toba masih sangat kecil, akan tetapi tidak ada kompromi atas pelaksanaan komitmen kami terhadap semua yang berkaitan dengan lingkungan," tegas Rachmat. [hta/rmol]


Comments