Kamis, 28 Juli 2016 , 17:04:00 WIB

Ahli Geologi: Menteri Baru Harus Memahami Danau Toba

Laporan: Fajar Siddik

Reshuffle Kabinet Kerja jilid II yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tentu akan memunculkan problematika baru di dalam pemerintahan. Pasalnya, selain terdapat wajah baru, ada juga menteri yang mengaku belum memiliki gambaran atas tugas di kementrian yang ditempatinya.

Begitu juga dengan nasib Kaldera Toba (Danau Toba). Rizal Ramli yang sebelumnya menjadi menteri yang menangani perkembangan Danau Toba telah digantikan oleh Luhut Panjaitan saat Reshuffle Kabinet Kerja jilid II.

Seorang anggota Kelompok Pakar pada Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Gagarin Sembiring mengatakan, Menteri-menteri baru khususnya yang akan menangani Danau Toba harus memahami keinginan Presiden Jokowi dalam meningkatkan pembangunan di Kawasan Danau Toba.
    
"Kita berharap menteri menteri yang baru ini lebih mampu menangkap keinginan Presiden Jokowi khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Kawasan Danau Toba ini," kata Gagarin Sembiring yang juga bersatatus sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Sumut kepada MedanBagus.com, Kamis (28/7)

Gagarin juga mengatakan, konsep manajemen pembangunan Geopark Kaldera Toba harus dipertahankan oleh menteri baru.

"Kita meyakini konsep managemen pembangunan berkelanjutan geopark adalah jalan yang tepat mengingat kawasan Danau Toba bernilai tinggi sebagai warisan bumi di dunia. Konsep managemen kawasan Geopark ini berbasis masyarakat atau bottom up dengan 3 pilar pengelolaan yaitu konservasi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat setempat," jelasnya

Selain mempertahankan, Gagarin juga berharap para menteri yang baru dilantik dapat memperkuat pengelolaan potensi Danau Toba berbasis kearifan lokal.

"Para menteri yang baru dilantik ini kita harapkan dapat memperkuat dan membina daerah dalam mengelola asetnya termasuk potensi Pariwisatanya yang berbasis masyarakat sesuai kewenangannya mading mading dan bukan menarik kewenangannya ke Pusat. Infrastruktur dibangun untuk mengintegrasikan dan mengkoneksikan semua potensi ekonomi dan objek pariwisata yang ada tersebar di 7 kabupaten kawasan Danai Toba," pungkasnya.[sfj] 
 


Comments