Jum'at, 26 Agustus 2016 , 16:55:00 WIB

Nasib Lingkungan Hidup Sumatera Utara Kian Memprihatinkan

Laporan: Fajar Siddik

Lingkungan hidup adalah hal yang sangat penting untuk nasib peradaban setiap manusia di berbagai negara. Namun masih saja manusia-manusia yang hidup di daerah tertentu seakan menutup mata atas hal tersebut dan malah ikut berkontribusi dalam merusak lingkungan hidup.

Begitu juga dengan apa yang dialami oleh Sumatera Utara. Kondisi lingkungan hidup di salah satu provinsi terbesar di Indonesia ini sedang dalam ancaman yang serius. Kerusakan lingkungan hidup di Sumatera Utara terus terjadi.

Hal tersebut turut dimafhumi oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan.

"Persoalan lingkungan hidup di Sumatera Utara masih menjadi ancaman yang sangat serius. Kerusakan lingkungan hidup di Sumatera Utara terus saja terjadi," katanya kepada MedanBagus.com melalui pesan elektronik, Jumat (26/8).

Dana menjelaskan, kerusakan yang terus terjadi pada lingkungan hidup di Sumatera Utara disebabkan oleh banyak aspek. Aspek terbesar yang mengakibatkan kerusakan tersebut adalah perusahaan tambang dan eksploitasi hutan.
 
"Ada 80% perusahaan tambang yang beroprasi di Sumatera Utara bermasalah perizinannya. Begitu juga alih fungsi hutan untuk perkebunan sawit yang terus meluas, pembalakan liar dan masalah hutan lainnya terus berlangsung terutama obral ijin menjelang pesta politik seperti Pemilukada," jelasnya.

Untuk mengikis dan melawan kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh ekspolitasi sumber daya alam tersebut, Sumatera Utara harus memulainya dengan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil dan sawit serta segala hal yang dapat mengancam ketahanan sumber daya mineral.

"Ketergantungan kepada energi fosil membuat eksploitasi terhadap sumber daya alam mineral semakin tidak terkendali. Hal ini memuculkan bahaya bencana ekologis kepada masarakat rentan dan miskin. Maka Sumatera Utara harus mulai melepaskan ketergantungannya terhadap hal tersebut," demikian Dana.[sfj]

 


Comments