post image
KOMENTAR
Andri Safrin salah seorang jurnalis yang menjadi korban kekerasan oknum anggota TNI AU pada 15 Agustus 2016 lalu, menerima bantuan berupa handycam dari Hardiyanto Kenneth. Ba tuan tersebu diterimanya saat dikunjungi oleh Kenneth di Jalan Karya Jaya, Karya Kasih, Perumahan Tirta Asih Residence Medan. Minggu ( 28/8).

Pemberian kamera tersebut sebagai upaya memberikan semangat baru bagi Safrin untuk bisa melanjutkan tugasnya sebagai jurnalis dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam memberikan informasi.

"Demi melanjutkan perjuangan sebagai jurnalis, kamera ini saya berikan sebagai bukti kepedulian dan rasa prihatin saya atas musibah yang menimpa dirinya, karena kamera adalah alat bekerja seorang jurnalis dalam memberikan informasi bagi masyarakat luas." ungkap Kenneth.

Sementara itu, Andri Safrin merasa terharu dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan ketulusan Hardiyanto Kenneth. Ibarat cangkul bagi seorang petani  ia juga mengaku kamera menjadi hal penting baginya untuk bekerja selaku jurnalis televisi.

"Kamera dari bang Kenneth ini sangat berarti buat saya sebagai jurnalis, karena kamera adalah cangkul untuk melanjutkan pekerjaan saya, terima kasih buat bantuan tanpa pamrihnya," ujar Safrin saat menerima pemberian camera.

Sebelumnya Andri Safrin wartawan MNC media menjadi korban dugaan kebrutalan oknum TNI AU. Saat itu Andri Safrin menjalankan tugasnya meliput bentrok warga dan TNI Angkatan Udara di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara.

Kasus yang menimpanya ini masih terus berlanjut ke jalur hukum. Kasus dugaan penganiayaan tersebut kini ditangani oleh POM TNI AU untuk memberi sanksi bagi pelaku.[rgu]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas