Kamis, 12 Januari 2017 , 08:10:00 WIB

Jangan Pancing Ahok Bicara Kasar

BESOK ADU DEBAT
Besok, arena pertarungan Pilgub Jakarta pindah ke ruang debat. Di kontes adu mulut ini, Ahok diingatkan agar bisa jaga diri. Lawan tandingnya pun diminta pengertiannya agar tidak memancing Ahok bicara kasar.

Sesuai jadwal, adu debat akan digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, besok di Hotel Bidakara, Jakarta, pukul 7.30 malam. Tiga pasang kandidat, Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi, akan adu debat dengan tema: "Pembangunan Demokrasi, Reformasi Birokrasi, dan Penegakan Hukum".

Menjelang debat, semua kandidat bersiap. Termasuk pertahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Sebelumnya di Rumah Lembang, Ahok meminta doa para pendukungnya agar "mulut comberannya" tidak keluar saat debat.

Seperti diketahui, akibat perkataannya, Ahok kini sedang didakwa menistakan agama Islam, karena ucapannya saat pidato di Kepulauan Seribu, September 2016. Dia mengungkit surat Al Maidah Ayat 51, yang dianggap melukai hati umat Islam.

Untuk debat besok, Ahok mematangkan persiapan. Selain siap mengerem mulut comberannya, dia menganggap dua debat yang lebih dahulu dilakukan di TV sudah cukup menjadi bekal. "Kan kita sudah latihan, try out (debat) kan sudah kemarin," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Ahok, dalam debat nanti dirinya mengalir saja sesuai ritme debat. Baginya, tidak ada aturan baku pembagian tugas antara dirinya dengan wakilnya, Djarot. "Kita nggak ada pembagian khusus," ujar Ahok. "Kita mah, dua orang mah dari dulu, apa yang mau dikoordinasi? Orang sehati kok, jadi nggak berebut," tambahnya.

Koordinator Bidang Polhukam Golkar, Yorrys Raweyai berkomentar soal Ahok. Baginya, tidak ada keraguan terhadap jagoannya itu kecuali dengan gaya bicaranya. "Apa yang disampaikan (Ahok) pasti berbeda, kandidat lain berbicara akan, sementara dia berbicara progres. Kami tidak ragukan, beliau selalu menyampaikan program. Dia punya satu kekurangan, bacotnya saja, tapi dia mau mengubah," ungkap Yorrys di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Yorrys menjelaskan tidak perlu persiapan khusus menjelang debat nanti. Menurutnya, kapasitas Ahok sudah cukup mumpuni. "Pengalaman dia sebagai bupati, gubernur, anggota DPR tidak diragukan. Kita harus akui juga," ucapnya.

Sementara, Agus Yudhoyono mengaku sudah melakukan sejumlah persiapan. Antara lain dengan mempelajari semua tema yang akan ditanyakan dalam debat pertama. Dia berharap, debat ini akan meningkatkan elektabilitasnya.

"Debat adalah keniscayaan dalam sebuah kontestasi politik yang saya siapkan dengan baik. Apakah meningkatkan elektabilitas? Tentu saya harapkan demikian," ujar Agus Harimurti, di kawasan Cakung, Jakarta, kemarin.

Di dalam debat, putra sulung SBY ini juga akan meyakinkan publik mengenai program-programnya. Meski menilai debat merupakan hal yang penting, ia menegaskan hal itu hanya bagian dari upaya dan totalitas strategi tetap dilakukan setiap saat bersama rakyat.

"Saya ingatkan debat bagian kecil dari proses kampanye. Tiga bulan gerilya bertemu puluhan ribu warga masyarakat di berbagai daerah bentuk pendekatan langsung dengan masyarakat," pungkasnya.

Sementara Anies Baswedan, mengaku tidak melakukan persiapan khusus dalam debat perdana yang akan digelar. "Persiapannya ya sepanjang karier, kalau mau jadi calon gubernur, harus siap debat," katanya, Selasa, (10/1).

Sedang Anies mengatakan debat bukanlah teater. Menurut dia, dalam debat tidak diperlukan persiapan kosmetik untuk memperindah performanya. "Debat itu bukan teater. Kalau teater, mimiknya diatur. Kalau debat itu apa adanya," ujarnya.

Mantan Mendikbud ini menyebut debat seperti ujian skripsi. "Seperti belajar ujian untuk skripsi, ada materi pelajarannya, ya semuanya (yang akan diuji), jadi (persiapannya) baca-baca, refresh data," tuturnya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Emrus Sihombing mengatakan, sepatutnya Ahok lebih mawas diri dalam melakoni debat nanti. Jangan sampai terbawa emosi sehingga omongan joroknya kembali keluar.

Emrus berpesan, sebaiknya kandidat lain juga membantu Ahok menjaga omongan dengan cara tidak memancing-mancing emosi Ahok saat berdebat.

"Ya jangan pancing-pancing Ahok bicara kasar, itu bisa membantu," ujar Emrus kepada Rakyat Merdeka.

Baginya, Ahok adalah sosok pemimpin yang unik. Dia sangat blak-blakan dalam berbicara sehingga tidak sadar telah melanggar norma-norma komunikasi. Sebaiknya, Ahok menghidarkan diri dari keseleo lidah. "Soalnya, Ahok itu teknik komunikasinya 'bawaan lahir' secara blak-blakan. Mudah-mudahan dapat dikontrol," katanya.

Emrus berharap, debat esok hari akan fokus kepada debat programatik. Artinya, adu rencana tentang apa yang akan diberikan kepada Jakarta. Dengan begitu, debat kusir yang tidak produktif dapat terhindarkan. Selain itu, dengan debat program, rakyat menjadi cerdas.

"Saya harap debat programatik ini menjadi debat cerdas. Tapi terukur ya, kalau beri mimpi-mimpi siapapun itu sulit meraih simpati," pungkasnya.

Seperti diketahui, debat cagub-cawagub akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni 13 Januari, 27 Januari dan 10 Februari 2017. Debat tersebut akan disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi secara bergiliran.

Debat pertama akan disiarkan secara langsung oleh tiga stasiun televisi, yakni TV One, Net TV, dan Jawa Pos TV. Adapun Pilkada DKI Jakarta diikuti oleh tiga pasangan cagub-cawagub, yakni Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.[rgu/rmol]


Comments