Minggu, 12 Februari 2017 , 11:27:00 WIB

Bachtiar Nasir: Stop Berkata Kasar di Media Sosial

MBC.  Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir berpesan agar semua ego disingkirkan demi menciptakan Indonesia yang damai.

"Stop adu domba dan hentikan berkata kasar di media sosial (medsos)," ujarnya usai zikir bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta kemarin (11/2).

Pesan Bachtiar Nasir itu diikuti teriakan takbir ratusan ribu jamaah. Mereka bersepakat tidak akan terpancing provokasi yang mengadu domba umat Islam dengan pemerintah.

Massa pun siap menjadi garda terdepan menjaga kesatuan bangsa dari ancaman perpecahan.

"Bila ingin menjadi bangsa yang kuat, kalau ada ancaman balaslah dengan kebaikan yang terbaik," ujarnya di hadapan para jamaah.

Sejak pagi, kegiatan tausiah dan doa bersama di Masjid Istiqlal berlangsung damai. Nyaris tidak ada gesekan berarti.

Guyuran hujan sepanjang pagi hingga siang tidak menyurutkan niat jamaah untuk bergabung dengan peserta aksi 112 tersebut.

Massa pun membubarkan diri dengan tertib selepas melaksanakan salat Duhur berjamaah.

Diantara kerumunan jamaah, tampak pasangan calon pilkada DKI Anies-Sandi dan Agus-Sylvi. Mereka membaur dalam kegiatan zikir dan doa.

Suasana Istiqlal semakin riuh menjelang pukul 08.00. Satu per satu tokoh ulama dan tokoh bangsa datang dan melewati kerumunan jamaah yang duduk di lantai utama masjid. Diantaranya, mantan ketua MPR Amien Rais dan Hidayat Nur Wahid.

Bachtiar Nasir yang mendapat giliran mengisi tausiah di pengujung acara itu mengatakan umat Islam mesti melakukan revolusi akhlakul karimah atau perilaku.

Hal itu bisa dilakukan dengan menyudahi berkata-kata kotor di medsos. Tebarkan perdamaian akhlakul karimah, kasihan anak dan istri kalau bapak-bapaknya tegang (karena berkata kasar) terus di medsos, imbaunya seperti dimuat JPNN.Com.

Dia juga mengingatkan umat Islam mewaspadai kejahatan tersembunyi yang bertujuan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gerakan tidak kasat mata itu berasal dari kelompok tertentu yang memang sengaja ingin mengadu domba umat Islam dengan pemerintah.

"Ini kok seperti ada yang mau panas-panasi umat Islam dengan pemerintah terus," imbuhnya.[hta/rmol]


Comments