Senin, 13 Februari 2017 , 14:36:00 WIB

Eks Kantor Bupati Simalungun Dihibahkan ke TNI AD

Laporan: Robedo Gusti

Koordinasi di pemerintahan Kabupaten Simalungun terus dibangun oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Kali ini dirinya menghibahkan bekas kantor bupati ke TNI AD Siantar.

Menurut Bupati Simalungun JR Saragih, penghibahan kantor bekas bupati kepada TNI AD agar bisa berkoordinasi dalam membangun Kabupaten Simalungun secara keseluruhan.

"Selama ini hanya sebatas peminjaman saja, tetapi dengan dilakukannya penghibahan kepada TNI AD otomatis pembangunan di Kabupaten Simalungun semakin cepat, koordinasinya pun akan semakin mudah dalam melakukan pengayoman kepada masyarakat," kata Bupati Simalungun JR Saragih didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung di Markas Rindam I/BB, Siantar, Senin (13/2).

Pria bernama asli Jopinus Ramli Saragih ini menuturkan selain adanya TNI AD, pihaknya juga akan memindahkan kantor pengadilan.

"Jika semua dekat dengan kantor pemerintahan Kabupaten Simalungun maka semua akan mudah dalam melakukan koordinasi, hal ini buat mencegah kejadian yang tak diinginkan. Apalagi, semua penegak hukum wajib mengayomi masyarakat dengan mudah," lanjutnya.

Diakuinya, luas kantor bekas bupati Kabupaten Simalungun seluas 23.626 hektar yang berlokasi di Raya yang nantinya akan digunakan oleh Kodim 0207 Simalungun.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung menuturkan dengan hadirnya markas baru Kodim 0207 akan semakin menguatkan keamanan di wilayah Simalungun.

"Tentunya kita mengucapkan terima kasih kepada Bupati Simalungun JR Saragih telah menghibahkan bekas kantor bupati untuk menjadi kantor markodim 0207 Simalungun yang luasnya hampir 3 hektar, selanjutnya akan di proses ke ranah hukum untuk menjadi hak milik negara," paparnya.

Selain penyerahan hibah bekas kantor  bupati, Mayjen TNI Lodewyk Pusung bersama Bupati Simalungun JR Saragih juga mengikuti pelaksanaan penutupan pendidikan pertama Bintara TNI AD Tahap 1 Tahun Anggaran 2016.

"Di sini, mereka dilakukan pendidikan berupa kemahiran menembak, ilmu taktik dan teknik, ilmu teritorial, ilmu dasar keprajuritan, hingga dasar golongan Bintara," sebut Pangdam..

"Sebagai prajurit, selain pintar olah keprajuritan mereka harus juga taat dalam aturan norma militer serta mengayomi masyarakat dengan baik dan benar," Pangdam menambahkan.[rgu]



Comments