Senin, 13 Maret 2017 , 08:21:00 WIB

Sutrisno Sambangi Gubuk Reot Sariah, Mantan Pelayan Soekarno di Langkat

Ngaku Rindu dan Ingin Menari Didepan Guntur Soekarnoputra
Laporan: Robedo Gusti

Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI-Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan ST mengunjungi kediaman Sariah di Lingkungan Bahari, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sabtu (11/3/2017).

Dalam Kunjungannya, Sutrisno berjanji akan memfasilitasi Sariah untuk bertemu dengan Guntur Soekarnoputra yang merupakan anak sulung Presiden pertama RI Ir. Soekarno.

Sariah yang kini telah berumur 110 tahun merupakan mantan pelayan istana presiden dan pengasuh Guntur Soekarnoputra. Dia juga merupakan mantan istri Tahmit Subroto, seorang prajurit Kesatuan Baret Merah Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) bagian Logistik yang bertugas di istana Bogor.

Dia mengaku sangat merindukan Guntur. Dia merasa memiliki banyak kenangan terhadap Guntur.

"Rindu saya dengan nak Guntur," ujarnya didepan Sutrisno.

Sementara itu, Sutrisno mengaku awalnya tersentak usai membaca berita media online tentang kisah hidup nenek sariah atau akrab disapa Soekarno dengan sebutan ibu panjang itu luput dari perhatian pemerintah.

Bahkan, katanya, dirinya belum sempat istirahat usai menjalani reses panjang didaerah pemilihannya, dia segara bergerak menuju Pangkalan Brandan untuk membenarkan kisah tersebut.

"Saya terkejut membaca berita media online tentang adanya seorang mantan pelayan istana zaman Bung Karno yang masih hidup, bahkan sekarang hidup dalam kemiskinan. Ini menarik, saya sengaja mengecek langsung," ujarnya.

Kemudian, Sutrisno mengatakan, dirinya akan membicarakan keberadaan Sariah dengan keluarga Guntur di Jakarta. Dia akan berupaya keras untuk mempertemukan Sariah dengan Guntur.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat dia akan bertolak ke Jakarta dalam rangka tugas. Sekaligus, pesan moril ini akan disampaikannya kepada keluarga Guntur, bahwa terdapat salah seorang mantan pelayan istana sekaligus pengasuh Guntur Soekarnoputra yang butuh uluran tangan.

"Saya akan bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat ini, bertugas, tapi disela itu saya akan mencoba menyampaikan sama keluarga pak Guntur. Minimal saya akan bicarakan sama anak pak Guntur yang sekarang menjadi anggota DPR RI yakni mbak Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau mbak Puti Guntur Soekarno," ujar Anggota Komisi C DPRD Sumut tersebut.

Mendengar penuturan Sutrisno, Sariah merasa malu dan minder apabila harus bertemu dengan Guntur.

"Tapi, apa mau Nak Guntur jumpa saya? Saya sudah tua, miskin pula. Eh, kalo jumpa nak Guntur bilanglah nenek mau naik Haji, kalo bisa juga perbaikilah rumah nenek yang reot ini ya, jangan lupa," ungkapnya.

Kabur Dari Istana


Seperti diberitakan, Sariah, seorang warga Lingkungan Bahari, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, mengaku pernah tinggal di Istana Bogor saat kepemimpinan Presiden pertama RI Soekarno.

Saat itu, sariah bekerja sebagai tukang masak dan pengasuh anak sulung Presiden, Guntur Soekarnoputra. Saat itu, Guntur masih belum memiliki adik. Dia mengaku sangat rindu dengan Guntur.

Guntur, katanya sangat membekas di hatinya karena sejak kecil telah menjadi pengasuhnya. Bahkan dia kerap memandikan atau menyuapi Guntur kecil.

"Rindu aku dengan si Guntur. Dulu waktu saya tinggalkan sudah jadi anak lajang," katanya saat wartawan menyambangi kediamannya, Sabtu (11/3).

Wanita yang telah berumur lebih dari 1 abad ini mengaku sangat kangen dengan Guntur. Dia merasa memiliki banyak kenangan terhadap Guntur.

Dia berharap bisa kembali bertemu dengan Guntur. Kalau ketemu, katanya, dia akan bernyanyi dan menari di hadapannya.

"Saya pengen bernyanyi dan menari di hadapan Guntur," ujar wanita kelahiran tahun 1907 tersebut.

Sariah adalah mantan istri Tahmit Subroto, seorang prajurit Kesatuan Baret Merah Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) bagian Logistik yang bertugas di istana Bogor.

Perlu diketahui, menurut cerita Sariah, dia dulunya meninggalkan istana presiden dengan kekecewaan, karena suaminya Tahmit Subroto menikah lagi dengan pembantu rumah tangga lainnya bernama Gandari.

Akhir tahun 1956, Sariah kembali ke kampung halamannya di Lingkungan Bahari, Jalan Babalan, Kelurahan Brandan timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.[rgu]




Comments