Senin, 13 Maret 2017 , 10:53:00 WIB

Usai Islamic Center, JR Saragih Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Katolik Parapat

Laporan: Robedo Gusti

Setelah melakukan peletakan batu pertama Islamic Center, kali ini gebrakan semangat baru Bupati Simalungun JR Saragih adalah mendukung pembangunan Gereja Katolik St. Fidelis Parapat.

Dalam melakukan peletakan batu pertama, Bupati Simalungun JR Saragih tak melakukan sendiri melainkan bersama Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Sinaga serta tokoh masyarakat dan agama di Simalungun, Sumatera Utara.

Diakui JR Saragih, peletakan batu pertama di gereja katolik di Pasar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara merupakan kepentingan bersama. Di mana, wilayahnya adalah masyarakat Simalungun yang akan sering datang ke gereja ini.

"Panitia mendaulat kami sebagai penasehat, tetapi sesungguhnya apa yang dilakukan JR Saragih tak perlu diragukan karena saya selalu ada dalam mendukung pembangunan gereja Katolik di seluruh Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara," ucapnya di acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja St. Fidelis Parapat di Kompleks Gereja Katolik di Jalan Sirikki, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (12/3).

Baginya, tidak pernah melakukan pilih kasih kepada siapapun karena JR Saragih bekerja adalah untuk melayani masyarakat, melalui kinerja semangat baru Sumatera Utara akan selalu siap membangun Sumatera Utara khususnya Kabupaten Simalungun.

"Selama jabatan saya, apa yang saya lakukan untuk gereja katolik merupakan kelima kali baik dalam hal peresmian maupun pembangunan gereja Katolik paroki mulai dari Tiga Dolok, Tanah Jawa, Seribu Dolok dan Parapat serta Raya," urainya sambil tersenyum.

Pria ramah senyuman ini menuturkan dengan adanya pembangunan gereja ini bisa menjadi pilihan lain dalam berwisata ke danau Toba, bahkan menjadi bagian penunjang Badan Otorita Toba.

"Pendapatan perekonomian daerah dan masyarakat juga akan hidup, selain itu di sini akan dipenuhi dengan budaya dari Sumatera Utara. Hal ini bisa membuat wisatawan bisa mengenal lebih dalam soal adat dan budaya yang ada di Sumatera Utara," katanya.

Selain itu, Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus B Sinaga mengatakan dalam membangun Gereja Katolik St. Fidelis Parapat membutuhkan dana sekira Rp9 miliar. Pihaknya, berkeyakinan bila pembangunan gereja ini memiliki target hingga 2019 bisa terselesaikan sebelum pada waktunya.

"Kehadiran Gereja Katolik St. Fidelis Parapat menjadi kebanggaan kami, bahkan kami percaya dengan biaya total pembangunan sekira Rp9 miliar serta kekuatan Tuhan, maka pembangunan ini bisa selesai sebelum target 2019," bebernya lagi.

Tak ketinggalan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian menambahkan bila gereja ini harus memberikan iman dan semangat buat masyarakat yang ada di sini dan di seluruh Sumatera Utara.

"Jadikan tempat ibadah ini (Gereja Katolik St. Fidelis Parapat-red) sebagai tempat yang dicari oleh masyarakat untuk menguatkan hati dan iman untuk memberikan kehidupan yang terbaik," tutupnya.[rgu]




Comments