post image
Foto/medanbagus
KOMENTAR

Jumat (23/6/19) kembali dilaksanakan Sharing dan diskusi ringan oleh forum bisnis wirausaha muslim. Dengan tema Sistem Manajemen Marketing di Era Revolusi Industri 4.0 yang bertempat di Triple S Cafe dan dihadiri oleh anggota Forum bisnis wirausaha muslim. Adapun peserta dari anggota dan perusahaannya, yakni: Qims, D\'Coach SmartSolution, RMOLSumut.com, Bimbel UI 212, Medanbagus.com, Komunitas Property Muslim, Triple S Cafe, Generasi Baru Institut, SmeS, Digital Parenting Clinic, JNE, 212 Mart, KAHMI PRENUER, HIBKA SUMUT, BKMT (Badan Kontak Majelis Ta\'lim), PRU Syariah, SEC USU, GMM Sumut, Anugrah Bakery, Aulia Software, Samera Indonesia, dan peserta lainnya.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Vivin Siregar yang merupakan Representativ Head PT. Qims Intrasindo kemudian Rizky Zahara.

Manajemen pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk tujuan pemasaran, program pemasaran dan strategi pemasaran, yang ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang dapat memenuhi tujuan individu maupun organisasi.

"Pendekatan pemasaran yang mengkombinasi interaksi online dan interaksi offline antara pesrusahaan dengan pelanggan. Di era ekonomi digital, interaksi digital saja tidaklah cukup. Kenyataannya, justru di saat dunia online bekembang, sentuhan offline menjadi titik diferensiasi yang kuat" kata Vivin.

Selain mengkombinasi online dan offline, Marketing 4.0 juga mengintegrasikan antara style dan substansi. Artinya, tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga produk yang relavan dengan pelanggan atau menyuguhkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Dan ditambahkan Vivin dan Rizky, "Marketing 4.0 juga mengembangkan konektivitas machine-to-machine dan artificial intelligence dalam rangka mendongkrak produktivitas. Tetapi, tidak harus mengimbangi dengan pengembangan konektivitas human-to-human yang justru akan memperkuat customer engagement. Intinya, pengembangan teknologi tidak berhenti pada teknologi itu sendiri, tapi bagaimana teknologi ini membantu mereka dalam memanusiakan relasi dengan para pelanggannya".

"Sekarang ini, isu yang perlu ditindaklanjuti saat ini adalah Omni Channel (Online to Offline). Yang memiliki arti modal bisnis lintas channel yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengalaman pelanggan mereka", tambah Vivin.

Pertemuan Forbis di setiap pekannya ini akan menghadirkan dua sesi. Sesi yang pertama ialah sharing knowledge dari salah satu member forbis tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan antar sesama. Sesi yang kedua adalah Sharing Bisnis, ini isinya adalah akan diberikan nya waktu kepada seluruh member forbis yang bersedia dan mau untuk mempromosikan produk dan jasa yang sedang mereka jalankan tujuannya agar satu diantara member dapat membantu usaha satu dengan yang lainnya. Pada hari ini yang diberikan kesempatan untuk sharing bisnis ada pihak Triple S cafe, diwakili Direkturnya ibu Evi, beliau menjelaskan bahwa akan ada produk baru dari Triple S cafe yaitu kedepannya akan menyediakan menu sarapan pagi seperti nasi lemak, lontong sayur dll. Serta triple S cafe akan menyelenggarakan event-eventnya anak muda seperti turnamen PUBG dalam waktu dekat ini. Tutupnya.[dar]

DANA dan JNE Bersinergi Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Sebelumnya

Masihkah Bisnis Fashion Menjanjikan?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi