post image
Foto/Net
KOMENTAR

Perbandingan harga Tandan buah Segar (TBS) dengan limbah kelapa sawit sangat pantastis untuk beberapa tahun ini. Harga kelapa sawit yang semangkin turun membuat petani kelapa sawit menjadi rugi,terutama petani indonesia yang dengan lahan yang kecil. Harga tandan buah segar yang makin menurun membuat petani serah dikarenakan perawatan tanam kelapa sawut dengan harga hasil kelapa sawit yang didapat tidak sesuai dengan pengeluaran perawatan tanamn kelapa sawit membuat petani kelapa sawit ingin mengganti tanaman kelapa sawit menjadi tanaman komersil lain nya.

Sedangkan limbah kelapa sawit mempunyai harga yang sangat pantastik untuk beberapa tahun ini yang membuat perekonomian masyarakat lebih baik. Contohnya saja limbah kelapa sawit di bagian daun atau lidi tanaman kelapa sawit. Harga lidi kelapa sawit mempunyai harga yang pantastis,harga lidi kelapa sawit pada saat ini sudah mencapai kurang lebih Rp. 2800 per kilogram sedangkan pada saat ini harga tandan buah segar kelapa sawit kurang lebih hanya Rp.800 saja.

Harga tandan buwah segar kelapa sawit ini untuk beberapa tahun ini semangkin lama semangkin rendah,jika harga tandan buah segar naik itu hanya beberapa minggu saja harga tandan buah sawit naik padal limbah kelapa sawit seperti lidi mampu setiap minggunya naik harga pada tahun 2018 saja mampu memberi harga perkilo lidi kelapa sawit dengan harga Rp. 4000 ini membuat masyarat pacuh untuk mencari lidi limbah sawit ini semangkin dikejar masyarakat.

Pada tahun 2019 harga lidi kelapa sawit kembali niormal menjadi kurang lebih Rp 2800 tapi ini tidak membuat masyarat enggan mencari lidi kelapa sawit karna masyarat merasa lidi kelapa sawit ini masi menguntungjkan dibandingkan buah kela sawit tersebut. Ini masi limbah kelapa sawit dengan bentuk lidi saja , di suatu perkebunan swasta ada salah satu masayat yang membuat kerajina tangan yang terbuat dari lidi dan kerajinan tangan tersebut mempunyai harga yang pantastis contoh nya saja pembuatan piring dengan menggunakan lidi kelapa sawit mempunya harga yang sangan tinggi dengan harga Rp. 5000 perpiringnya,itu masi berbentuk piring beliau telah mengembangkan kerajinan tangan nya membuat guci,bentuk hewan,keranjang buah dan lainlain nya dengan menggunakna lidi kelapa sawit yang tidak terlalu banyak dapat menghasilkan uang samapai ratusan ribu perbarangnya .

Ini membuat masyarakat setempat ingin belajar membuat kerajian tersebut dan dapat memperbaiki perekonomian dengan cara memanfaaat kan hasil limbah kelapa sawit untuk dijadikan penghasilan.

Ini membuktikan harga limbah kelapa sawit dengan harga tandan buah segar (TBS) lebih tinggi harga limbah dibanding harga buah kelapa sawitnya. Perbandingan harga limbah dengan harga tandan buah segar mampu mencapai kurang lebih 75% perkilogram nya.[dar]

Oleh : Finna Citra Lestari

Universitas Sumatera Utara

DANA dan JNE Bersinergi Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Sebelumnya

Masihkah Bisnis Fashion Menjanjikan?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi