post image
Trend Ekspor Indonesia ke Negara Asean/ MedanBagus
KOMENTAR

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menganut sistem perekonomian terbuka. Adanya kegiatan perdagangan keluar negeri mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara ke arah yang lebih baik. Mendapat keuntungan dari kerja sama internasional mendukung perkembangan produksi barang tertentu di dalam suatu negara. Peningkatan produksi yang semakin tinggi dalam suatu periode tertentu dapat mendorong aktivitas menjual barang ke luar negeri yang disebut sebagai ekspor. Semakin terbukanya setiap negara dalam melakukan perdagangan mendorong terciptanya arus globalisasi yang semakin deras. Menghadapi kenyataan ini, Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka harus dapat mengantisipasi dan memanfaatkan situasi sehingga mendapatkan manfaat yang maksimal. Negara-negara di dunia dalam perekonomian terbuka sangat mengandalkan ekspor dalam hal peningkatan perekonomian. Hal ini dikarenakan kegiatan ekspor akan mempengaruhi laju perekonomian di dalam negeri, dimana dengan semakin tingginya ekspor maka akan memperbaiki neraca dagang Indonesia dan akan meningkatkan peluang bagi lapangan pekerjaan baru (Zubdi dan Suharno, 2015). Indonesia salah satu negara di kawasan ASEAN yang berperan memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk negara di kawasan ASEAN diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja. Berikut angka laju pertumbuhan ekspor Indonesia ke negara-negara di kawasan ASEAN.

Trend adalah suatu gerakan (kecenderungan) naik atau turun dalam jangka panjang, yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu ke waktu. Rata-rata perubahan tersebut bisa bertambah bisa berkurang. Jika rata-rata perubahan bertambah disebut trend positif atau trend mempunyai kecenderungan naik. Sebaliknya, jika rata-rata perubahan berkurang disebut trend negatif atau trend yang mempunyai kecenderungan menurun (Maryati, 2010). Trend garis lurus (linier) adalah suatu trend yang diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Variabel waktu sebagai variabel bebas dapat menggunakan waktu tahunan, semesteran, bulanan, atau mingguan. Trend menunjukkan perubahan nilai suatu variabel yang relatif stabil perubahan populasi, perubahan harga, perubahan teknologi, dan peningkatan produktivitas.

Merujuk pada jurnal penelitian saya, Indonesia sebagai satu diantara negara emerging market telah memenuhi kebutuhan penduduk ASEAN yang ditunjukkan dengan data ekspornya untuk setiap tahun. Perlu diketahui dan dilihat perkembangan trend ekspor Indonesia ke ASEAN tersebut memiliki kecenderungan naik dan atau turun untuk 10 tahun kemudian. Berdasarkan analisis trend, ekspor Indonesia ke negara Malaysia dan Singapura periode 2019-2012 cenderung naik. Periode 2022-2026 cenderung turun dan untuk periode 2027-2028 cenderung naik. Ekspor ke negara tujuan Thailand periode 2019-2028 cenderung naik. Ekspor ke negara tujuan Brunei Darussalam periode 2019-2022 cenderung naik dan periode 2023-2028 cenderung turun. Ekspor Indonesia ke negara Filipina dan Vietnam periode 2019 cenderung turun dan periode 2020-2028 cenderung naik. Ekspor ke negara laos untuk periode 2019-2020 cenderung naik sedangkan periode 2021-2027 cenderung turun dan di periode 2028 cenderung kembali naik. Ekspor ke negara Myanmar untuk periode 2019 cenderung turun sedangkan periode 2020-2028 cederung naik. Dan ekspor Indonesia ke negara Kamboja cenderung naik di periode 2019-2028.

Kinerja ekspor tinggi mendorong surplus neraca dagang (ekspor lebih besar daripada impor) mendukung kontribusi positif terhadap perkembangan pertumbuhan domestik. Dan sebagai negara berkembang dengan populasi tinggi posisi neraca dagang tahun 2014 adalah defisit, 2015 sampai dengan 2017 adalah surplus dan kembali defisit pada tahun 2018 (BPS, 2018). Upaya untuk terus mencapai posisi surplus neraca dagang terus dilakukan pemerintah yakni oleh Kementerian Perdagangan. Salah satu bentuk kebijakan, yakni orientasi pasar ekspor produk setengah jadi dan produk jadi. Karena ekspor bahan mentah saja masih belum cukup mendorong kontribusi besar terhadap surplus neraca dagang domestik. Neraca dagang (ekspor-impor) adalah salah satu komponen dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Referensi:

Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Indonesia. BPS. Jakarta.

Maryati. 2010. Statistika Ekonomi dan Bisnis Edisi Revisi Cetakan Kedua. AMPYKPN (UPP). Yogyakarta.

Rangkuty, Dewi Mahrani et al. 2019. The Analysis Export Trend of Indonesia to ASEAN Countries. IOSR-JEF Vol. 10(5) Ser. IV (Sep-Oct) pp. 23-31.

Zubdi, Fadhlan dan Suharno. 2015. Analisis Daya Saing Ekspor Kopi Indonesia dan Vietnam Di Pasar Asean 5. Jurnal Ilmiah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Penulis Merupakan Dosen Prodi EP UNPAB

Pertumbuhan Platform Jasa Antar Makanan Naik 900 Persen

Sebelumnya

JNE Kembali Gelar Harbokir ke 4 Kalinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi