post image
KOMENTAR

Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November. Namun, kondisi kesejahteraan guru di Kota Medan masih jauh dari standar.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Medan, H Rajuddin Sagala, ia mengaku miris juka kesejahteraan guru.

“Miris kalau kita lihat dari sisi kesejahteraan. Di Medan, lebih tinggi gaji pegawai honor di Dinas Pendidikan yang cuma tamat SMA ketimbang guru yang sarjana, gajinya hanya 200, 300 ribu. Itupun cairnya per 6 bulan,” kata Rajuddin, Senin (25/11/2019).

Politisi PKS itu juga heran dengan sikap Pemko Medan. Ia mengganggap, Pemko Medan masih melihat keberadaan guru dengan sebelah mata.

“Sudah ada tunjangan fungsional, instentif, BOS, itupun katanya double cost. Dari mana pulak pelanggaran UU disitu, itu uangnya sudah dianggarkan, tinggal mencairkan, kan menyedihkan guru- guru kita ini,” jelasnya.

“Timbal baliknya yang diterima guru belum seimbang, guru masih dianggap sebelah mata. Terutama dari sisi honornya sangat memprihatinkan dibandingkan dengan pengawai honor yang gajinya sesuai UMK,” lanjutnya.

Di momentum hari guru ini, tak lupa Rajuddin mengucapkan selamat. Ia berharap ilmu yang diberikan guru bisa bermanfaat bagi setiap murid.

“Saya ucapkan selamat hari guru, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Semoga ilmu yg diberikan kepada murid bisa bersaing di tengah masyarakat dan membedakan baik dan buruk” demikian Rajuddin. [dar]

Mahasiswa UNIMAL Aceh Kunjungi Ilmu Komunikasi UMSU

Sebelumnya

ASEAN Australian Dialogue Bangun Hubungan SDM Berkesinambungan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pendidikan