post image
Net
KOMENTAR

Dosen Universitas Panca Budi Medan, Dewi Mahrani Rangkuty menyebut bahwa wajar pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makrim pada Peringatan Hari Guru 25 November lalu tentang pendidikan menuai apresiasi dan kritik.

“Pujian dan kritikan pasti akan terjadi untuk setiap statement pemerintah sebagai pengambil kebijakan di negeri ini. Namun bagaimana perihal ini kita tanggapi secara positif,” jelasnya.

Persoalan ‘Nilai’ menurut Dewi tetap menjadi tolak ukur keberhasilan siswa dalam penguasaan materi pembelajaran di bangku sekolah sebagai pendidikan wajib belajar 12 tahun.

“Benar dengan meminimkan jumlah mata pelajaran Ujian Nasional seperti yang disampaikan Menteri Nadiem akan efektif untuk mencapai target reformasi sistem pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Dewi bentuk nyata reformasi pendidikan di era serba digital Revolusi Industri 4.0 ini, akses informasi begitu dengan mudah didapat sehingga sangat mendukung siswa dalam penguasaan materi pembelajaran di sekolah.

“Sistem pembelajaran di kelas, memang sebaiknya dilakukan dua arah bukan satu arah yang hanya guru saja berdiri di depan kelas setiap pertemuan selama 1 semester. Tetapi menurut Dewi memberi kesempatan siswa untuk bereksplorasi di depan kelas terhadap apa kompetensi yang dimilikinya terkait setiap mata pelajaran di sekolahnya tersebut,” ungkapnya.

Hal ini menurut Dewi bisa menciptakan peluang bagi guru untuk berinovasi dan memancing siswa untuk terus menyadari akan kompetensi apa yang sebernarnya sudah dan akan tertanam di diri mereka masing-masing.

“Ini harus dimulai bersama-sama bukan hanya dimulai dari atas (pemerintah) dan bukan juga hanya dari bawah (para guru bangsa), tetapi diasumsikan bahwa kita bergerak bersama-sama demi perubahan sistem pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik lg di masa yang akan datang,” pungkasnya. [dar]

Mahasiswa UNIMAL Aceh Kunjungi Ilmu Komunikasi UMSU

Sebelumnya

ASEAN Australian Dialogue Bangun Hubungan SDM Berkesinambungan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pendidikan