post image
Foto/Net
KOMENTAR

MBC. Proyek Tol Listrik Sumatera tegangan 275 kV menjadi backbone (lintasan utama jaringan) dalam melakukan evakuasi daya (energy listrik) dari Sumatera Bagian Selatan ke sistem Sumatera Bagian Utara, ataupun sebaliknya. Tidak hanya memperkuat sistem jaringan listrik di Sumatera, tol listrik ini diharapkan juga dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang kian meningkat. Potensi sumber daya listrik di Sumatera masih sangat besar khususnya pengembangan energi terbarukan, yaitu PLTA dan Geothermal (panas bumi).

Salah satu Proyek yang termasuk dalam program pembangunan Tol Listrik adalah Jalur Sutet 275 kV Sarulla Padang Sidempuan serta Gitet (Gardu Induk Tegangan Tinggi) terkait, yaitu Gitet 275 kV Sumut 4 Sarulla (2X250 MVA) dan Gitet 275 kV New Padang Sidempuan (1X250 MVA). Sejak Juni 2016, Jalur Transmisi Sarulla Padang Sidempuan masih menggunakan tegangan 150 kV dalam melakukan evakuasi daya Pembangkit PLTP (Geothermal) Sarula sebesar 220 MW, yang sudah menambah kehandalan energy listrik di Sumatera Bagian Utara.

Pada tanggal 22 Maret 2018, tepatnya pukul 05.17 dini hari, PLN melalui unit kerjanya Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) sukses merampungkan Proyek Gardu Induk dan Transmisi terkait dan siap untuk melakukan evakuasi daya. Proyek ini sangatlah massive karena melibatkan beberapa kegiatan, yaitu Normalisasi Sutet 275 kV Sarulla Padang Sidempuan, Uprating Konduktor GI 150 kV Padang Sidempuan, serta Energize Trafo IBT GITET Sarulla & New Padang Sidempuan.

General Manager PLN UIP Sumbagut, Octavianus Padudung didampingi Manajer PLN UPPJ Sumut 1 , Rifki Santoso dan Manajer UPPJ Sumut 2, Alfredo Pakpahan menyampaikan bahwa sukses penyelesaian Proyek ini juga tidak lepas dari kontribusi dan kolaborasi beberapa Unit PLN terkait seperti PLN P3B Sumatera, PLN PUSERTIF serta PLN Wilayah Sumatera Utara.

"Kita bekerja keras dalam menyelesaikan semua pekerjaan," katanya.

GM UIP Sumbagut juga menyampaikan kesiapan jaringan untuk transfer energi dari Utara Sumatera ke Selatan Sumatera maupun sebaliknya, sekaligus siap untuk mengevakuasi daya yang dihasilkan oleh pembangkit yang masuk dalam program 35.000 MW.[rtw/rmolsumut]

2019 Jatuh Tempo Bayar Utang, Rizal: Menkeu Tidak Perlu Bantah

Sebelumnya

Dua Bulan Tak Melaut, Ratusan Nelayan Kerang Tanjung Balai Mengadu ke DPRD

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi