post image
KOMENTAR
Eks Gafatar yang telah kembali ke Sumatera Utara meninggalkan kurang lebih 30 hektar tanah yang telah dikelola dan didirikan bangunan-bangunan rumah di Ketapang, Kalimantan Barat. Tanah yang ditinggalkan eks Gafatar asal Sumut tersebut akan dijaga oleh Kepala Desa dan warga setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh eks Ketua Gafatar Sumut, Dadang Darmawan Pasaribu saat dijumpai oleh medanbagus.com di Yonkav 6/Serbu Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan pada Kamis (31/3).

"Kami kesana membeli tanah dengan harga Rp 1 miliar seluas 15 ha. Ditambah dengan tanah yang masih kami sewa dan tanah yang diberikan warga, jumlahnya menjadi 30 ha. Saat kami akan meninggalkan Ketapang, Kepala Desa mewakili seluruh warga sudah berjanji kepada kami untuk menjaga tanah tersebut," kata Dadang, kamis (31/3).

Tanah yang ditinggalkan eks Gafatar asal Sumut akan dijaga sampai ada pihak yang akan membeli tanah tersebut.

"Nanti setelah situasi menjadi normal kembali, perwakilan dari kami sekitar 3 orang akan diundang ke sana untuk melakukan transaksi jual beli kepada calon pembeli," ucapnya.

Ketika ditanyai tentang sikap warga asal Ketapang, Dadang Darmawan mengungkapkan bahwa warga asal Ketapang sangat simpatik dan sedih atas kepergian mereka dari tempat tersebut.

"Selama kami di sana, kami berbaur dengan warga. Kami juga membagi hasil dari ternak ikan kami sebanyak 50% kepada mereka.  Mereka sudah sangat dekat dengan kami. Hingga ketika kami akan kembali ke Sumut, semua warga terlihat sangat sedih dan bahkan tidak sedikit yang menangis," demikian Dadang.[rgu]

Sahabat Rakyat: Corona Basmi Corona

Sebelumnya

BMH Bantu Sembako Orang Tua Santri Quran yang Prasejahtera di Lubuk Hulu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas