post image
KOMENTAR
Saat melakukan kunjungan kerja ke Manggarai Barat, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menegaskan pemerintah akan segera membentuk Badan Otorita Labuan Bajo untuk melakukan langkah percepatan pembangunan.

Hal ini terkait dengan keputusan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun lalu yang menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas. Labuan Bajo merupakan salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Manggarai Barat.

Rizal mengatakan pentingnya manajemen yang profesional dalam pengelolaan destinasi wisata prioritas. Mantan Menteri Perekonomian era Gus Dur itu juga mengatakan pentingnya penataan ulang Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, bila ingin sektor wisata berkembang di kota ini, pemerintah harus melakukan pembenahan dan penataan ulang.

"Badan otorita ini dibentuk sebagai pengelola destinasi wisata. Kota Manggarai Barat penduduknya hanya 250 ribu jiwa mereka pindah secara organik (alami) tanpa ditata sehingga kotanya jadi semrawut," kata Rizal di Labuhan Bajo berdasarkan keterangan pers dari Biro Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Rabu, (29/6).

 Untuk mengatasi hal tersebut, Menko Rizal mengatakan akan segera mengirim tim ahli untuk membantu pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam melakukan penataan ulang. Salah satu hal yang menurutnya perlu ditata adalah posisi hotel yang terlalu dekat dengan pantai.

"Di seluruh dunia, tidak boleh swasta memonopoli pantai sehingga rakyat tidak memiliki akses untuk ke pantai. Antara bibir pantai dengan hotel  harus diberi jarak minimal 100 meter agar masyarakat tetap  bisa bebas mengakses pantai," tegasnya.

Sektor wisata sendiri, lanjut  Rizal, merupakan sektor yang sangat menjanjikan. "Pariwisata tidak kenal resesi," imbuhnya.

Apalagi menurutnya, Manggarai Barat memiliki kekayaan laut dan dan kekayaan wisata yang luar biasa hebat. Manggarai Barat memiliki hidden jewel (permata tersembunyi) dan potensial untuk menjadi the Carribian of the east (kepulauan Karibia di timur) bila dikembangkan dengan manajemen yang baik. Selain potensi alam, Kabupaten yang berada di Provinsi NTT tersebut juga memiliki modal sosial yang besar.

"Masyarakat Manggarai sangat plural dan menghargai perbedaan," puji Rizal.

Hal tersebut menurutnya mampu menjadi faktor pendukung sektor pariwisata. Ia memberikan contoh nyata keberhasilan negara lain yang tetap mampu berdiri kendati berada dalam kondisi resesi ekonomi. Ia menceritakan kunjungannya bulan lalu ke Yunani. Disana kondisi ekonomi negara  relatif stabil kendati ekonomi dunia sedang lesu karena mereka mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata, sama seperti dengan Spanyol dan Maldives. Indonesia, menurutnya bisa melakukan hal yang sama.

"Kalau kita sungguh-sungguh mengembangkan sektor pariwisata, maka dalam 10 tahun pendapatan dari sektor ini akan mampu mengalahkan pemasukan dari sektor migas, palm oil dan CPO," ujarnya.

Kemenkomar  telah mempersiapkan beberapa strategi lain untuk mendongkrak potensi wisata di Labuan Bajo. Strategi tersebut antara lain, memperbaiki infrastruktur jalan, menambah instalasi listrik, membangun pelabuhan khusus untuk kargo dan turis, mempercepat izin masuk kapal pesiar dan yacht serta melakukan penghijauan.  

Lalu terkait pasokan listrik, Rizal mengaku Manggarai Barat telah memiliki cadangan listrik sebesar 10 Megawatt namun instalasinya belum ada.

"Instalasi ini perlu segera ditambah karena bila pembangunan sektor pariwisata dipercepat maka wisatawan yang akan datang juga semakin banyak sehingga pasokan listrik yang telah ada sekarang menjadi kurang," jelasnya.[rgu/rmol]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi