post image
KOMENTAR
Ketika Gunung Sinabung mulai mengeluarkan awan panas dan erupsi, masyarakat di sekitar Gunung Sinabung harus dievakuasi dan pergi sejenak meninggalkan tanah leluhurnya. Di tengah-tengah hal tersebut, muncul kekhawatiran di antara tokoh Karo. Mereka khawatir setelah gejolak Gunung Sinabung usai, masyarakat tidak dapat kembali ke tanah leluhurnya.

Salah satu tokoh Karo yang menunjukkan kekhawatiran tersebut adalah Gagarin Sembiring ketika diwawancarai oleh MedanBagus.com, Kamis (11/8).

"Kalau evakuasi sifatnya sementara, ketika Gunung Sinabung normal masyarakat bisa kembali lagi ke tanahnya. Kalau relokasi sifatnya tidak sementara. Jika tetap menggunakan istilah relokasi, maka nanti masyarakat Gunung Sinabung akan kehilangan tanah leluhurnya. Pemerintah Karo harus benar-benar menjalankan saran teknis dari PVMBG. Saran PVMBG yaitu evakuasi sementara," jelasnya.

Menjawab kekhawatiran tersebut, BPBD Karo melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Natanail Perangin-angin menegaskan bahwa BPBD akan mematuhi rekomendasi teknis dari PVMBG.

"Kita selalu menunggu dan mematuhi rekomendasi teknis dari PVMBG, karena memang mereka yang lebih paham," katanya saat dijumpai MedanBagus.com di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Jumat (12/8).

Ia juga menjelaskan rekomendasi yang  sudah diberikan PVMBG untuk BPBD Karo apabila Gunung Sinabung telah aman dan tidak erupsi lagi.

"Kalau gunung sudah aman atau tidak erupsi lagi, rekomendasi dari PVMBG sementara hanya bisa jadi areal perladangan. Untuk pemukiman akan dilihat perkembangan selanjutnya," jelasnya.

Sementara ketika ditanya tentang kemungkinan memulangkan pengungsi ke kampungnya jika gunung telah aman, ia menjawab hal tersebut akan ditentukan oleh PVMBG.

"BPBD hanya penanganan bencana. Mengenai perkembangan gunung dan rekomendasi apakah masih bisa pulang atau tidak tergantung dari pengamatan dan penilaian PVMBG," ujarnya.  

Diketahui dari data yang dimiliki oleh BPBD Karo, rekomendasi relokasi tahap I di Siosar terdiri dari Desa Bekerah, Desa Simacem, dan Desa Suka Meriah. Rekomendasi tahap II terdiri dari Desa Gurukinayan, Desa Berastepu, Desa Gamber, dan Kuta Tonggal. Rekomendasi tahap III terdiri dari Desa Sukanalu, Desa Sigarang-garang, dan Desa Mardinding serta Dusun Lau Kawar.

Sedangkan untuk desa lainnya berstatus rekomendasi evakuasi.[sfj]

Kadispar: Kalau Ada yang Bandel tak Ada Rasa Kemanusiaannya

Sebelumnya

Akhyar Minta Warga Medan Tidak Panik Sikapi Virus Corona

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pemerintahan