post image
KOMENTAR
Walaupun menang di ajang kontes kecantikan, namun kalau tidak berkontribusi bagi kehidupan sosial kemasyarakatan akan cepat dilupakan orang. Buktinya, kontes seperti ini diadakan setiap tahun. Berarti ada puluhan Miss World yang sudah dihasilkan.

"Coba ditanyakan, berapa di antaranya yang betul-betul tetap diingat orang?" ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Sekretaris Dewan Pakar ICMI Pusat Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (25/8/2013).

Para peserta kontes ini dinilai tidak bisa diharapkan membawa perubahan sosial. Malah, mereka dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi model iklan. Kadang-kadang diselipkan sedikit misi kemanusiaan. Namun, tujuan utamanya tetap untuk bisnis dan komersial. Kontrak mereka dengan pihak sponsor paling lama satu tahun. Setelah itu, akan ada miss world yang baru dengan tanda tangan kontrak baru.

Dari sini jelas diketahui bahwa aspek komersialisasi kegiatan ini sangat besar. Pada titik tertentu, komersialisasi jenis ini justru merendahkan martabat perempuan. Ada banyak sponsor dan perusahaan yang menarik keuntungan besar dari 'memajang' ratusan perempuan dari berbagai negara itu. Karena itu, tidak semestinya Indonesia ikut-ikutan memfasilitasi kegiatan seperti itu.

"Ikut atau tidak ikut, tidak akan berpengaruh bagi posisi Indonesia di pentas global. Masih banyak kompetisi lain yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan cara-cara yang lebih bermartabat," demikian Saleh yang juga Ketua Komisi Luar Negeri MUI Pusat. [rmol/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas