post image
Rektor UISU, Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP memberikan cinderamatan kepada , Ir. Ghazali Arif yang juga Dirut PT.PSU yang juga alumni Pertanian UISU saat pembukaan kegiatan seminar nasional di Auditoirum UISU sabtu (14/12)/ MedanBagus
KOMENTAR

MBC. Gubernur Sumatera utara Edy Rahmayadi mengajak civitas akademika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) turut serta membangun pertanian khususnya sub sektor perkebunan dengan teknologi modern karena pemerintah Sumatera utara hanya sebagai fasilitator.

“Kami tunggu melalui unversitas ini, pengembangan teknologi pertanian khususnya sub sektor perkebunan menuju era industri 4.0 karena majunya perkebunan Sumatera Utara itu salah satunya ditentukan adanya inovasi teknologi,” Demikian disampaikan Gubsu diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Pemropsu, Ir Nazri, MMA saat membuka Seminar Nasional di Auditorium UISU Jalan SM Raja, Sabtu (14/12).

Seminar nasonal dengan tema Kajian Strategis Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Nasional Menghadapi Era Industri 4.0 dalam rangka Milad ke-55 Fakultas Pertanian UISU. Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP, Pembina Yayasan Ir. Rizal Fahmi, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Murni Sari Rahayu, MP serta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UISU.

Menurut Gubsu, saat ini kelapa sawit tercatat sebagai produk utama bagi provnsi Sumut yang mempunyai daya saing kompetitif dengan luas areal mencapai 1,2 juta hektar dengan produksi CPO mencapai 3,4 juta ton sehingga menjadikan provinsi Sumut sebagai penghasil CPO terbesar kedua di Indonesia.

Ekspor minyak sawit dengan tujuan utama Tiongkok, Pakistan, India dan Rusia 75% dalam bentuk CPO dan PKO sangat berimplikasi terhadap stabilisasi harga tandan buah segar. Stabilisasi harga juga sangat dipengaruhi oleh pengembangan hilirisasi. Karena itu, peran kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei juga ditujukan untuk dapat membantu meminimalisir permasalahan harga CPO di Indoensia yang didukung dengan kebijakan mandatori B-20 untuk penggunaan biosolar.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP kehadiran alumni bisa memberi kontribusi, berbagai pemikiran untuk kontribusi pembangunan nasional khusus bidang perkebunan di Sumut. Dalam kontek luas, adalah upaya ikut pembangunan perkebunan secara nasional.

Arah kebijakan umum pembangunan perkebunan 2015-2019 salah satunya adalah pengembangan kawasan atau penguatan sistem. Arah kebijakan umum ini kemudian derivasi dalam kebijakan khusus diantara pengembangan sumber daya insani perkebunan dan penguatan kelembagaan perkebunan dan kemitraan usaha perkebunan.

Dimana, menurut Yanhar, peran UISU bisa ikutserta dalam mengimplentasikan kebijakan tersebut. Masih menurut Rektor,bahwa UISU bisa ikut dalam pengembangan sumberdaya insani perkebunan lewat lembaga/unit penelitian, pengabdian masyarakat, dan unit kerja bidang pertanian setidak kalaborasi bisa menghasilkan berbagai program, apakah itu pemberdayaan, pendidikan, pelatihan dan penelitian.

Pembukaan kegiatan seminar nasional diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Denny Saul Kulit menjelaskan kegiatan seminar disampaikan oleh H. Gusdalhari Harahap dari Apkasindo), M. Hadi Sugeng Wahyudiono dari Gapki Pusat, Dr. M. Anshori Nasution, M.Sc dari PPKS, Ir. Ghazali Arif yang juga Dirut PT.PSU, serta Ir. Taslim Harefa. Selain itu, dilanjutkan dengan kegiatan Jalan Sehat, Taklshow dan Bazar yang dilaksanakan Minggu (15/12). [top]

Sekolah Ditutup 14 Hari, Gubernur Edy Rahmayadi: Belajar Dirumah

Sebelumnya

Imbas Corona, SMA/SMK Di Sumut Mulai Belajar Mandiri Di Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pendidikan