post image
KOMENTAR
Untuk meringankan beban 6 korban ledakan tabung gas yang terjadi dua pekan lalu, Yayasan Perguruan Islamiyah Nuruh Hadina, memberikan bantuan dana sebesar Rp 18.920.000 yang berasal dari para murid di perguruan tersebut, Minggu (17/11/2013), di RS Sembiring, Delitua.

Dari 6 korban yang dirawat di lantai 2 rumah sakit, terdapat 2 siswa dari perguruan tersebut, yakni Ram Syahputra Syahrohan (10), siswa kelas 5 B, MIS Nurul Hadina, yang mengalami luka bakar di muka, kaki dan pinggang, sedangkan satu lagi adiknya bernama Putri Ramadhani Syahrohan, (7), siswi kelas 2 D, MIS Nurul Hadina, yang mengalami luka bakar yang sama.

Di kamar No 15 itu, kedua orangtua siswa juga dirawat, yakni Amsari Syahrohan (35), yang mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya, termasuk muka dan kepala.

Sedangkan istrinya, Nur Hayatullah Tanjung (34), mengalami luka bakar yang sama. Sedangkan anak bungsu mereka, berusia 1,5 tahun, Anggi Syahputri, yang mengalami luka bakar di bagian  muka, tangan, kaki dan pinggang sudah mulai mengering

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (5/11/2013) jam 6.30 WIB, di kediaman mereka yang juga sebagai pangkalan distributor Gas Elpiji 3 Kg, di Jalan Kampung Lama, Gang Infak, Desa Patumbak Kampung, Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Ketua Dewan Komite Sekolah, YP Islamiyah Nurul Hadina, Rahmad Hidayat, mengatakan, bantuan ini sifatnya sosial, mengingat 2 dari 6 korban dalam satu keluarga tersebut merupakan siswa di sekolah itu.

"Kami turut prihatin dengan kondisi 2 siswa kami dan 4 anggota keluarganya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menghibur hati mereka. Kami juga berharap, semoga luka-luka yang mereka alami cepat sembuh, dan kedua siswa dapat kembali bersekolah," pungkas Rahmad Hidayat, didampingi Bendaharanya, Rita Hariri, kepada wartawan.

Wakil Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Hadina, Salmiah, mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut berasal dari sumbangan siswa-siswi yang dikumpulkan, mengingat, dua siswanya menjadi korban.

"Tergerak dari rasa keprihatinan kita itulah bersama Komite Sekolah dan Yayasan, kita menggalang dana, mengingat 3 anak korban harus dilakukan operasi, agar tidak cacat seumur hidup, karena luka bakar yang mereka alami, sehingga butuh dana yang tidak sedikit. Meskipun tidak banyak, namun semoga bantuan ini dapat meringankan biaya mereka selama di rawat di rumah sakit ini," ucap Salmiah.

Sementara, Dara, mewakili pihak keluarga mengatakan, kondisi mertua, adik ipar dan keponakannya sudah mulai berangsur-angsur pulih, setelah mendapatkan perawatan secara intensif selama 2 minggu.

Dara menyebutkan, selama dalam perawatan, ke 6 korban ditanggung oleh Jamsostek, namun tidak tertutup kemungkinan adanya biaya yang tak terduga.

"Kami turut berterima kasih karena telah menerima bantuan dari pihak yayasan tempat dua keponakan saya bersekolah. Semoga bantuan ini bisa kami manfaatkan dengan baik dan pihak sekolah mendapat balasan yang berlipat ganda atas kebaikan mereka," tukas Dara. [ded]

Lakukan Penyemprotan Disinfektan Untuk Masjid, Daerah Pinggiran Kota Jadi Target BMH Sumut

Sebelumnya

Komunitas Sahabat Rakyat Lakukan Penyemprotan Desinfeksi Covid-19 di Masjid Ar Rahmat Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Komunitas