post image
KOMENTAR
Pujian ataupun rekomendasi dari lembaga semacam International Monetary Fund (IMF) harus diwaspadai. Karena IMF pernah menjerumuskan Indonesia ke dalam jurang krisis pada 1997.

Demikian disampaikan peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra, menanggapi pujian IMF atas pengelolaan makroekonomi Indonesia yang dinilai telah meningkatkan kredibilitas kebijakan dan ketahanan eksternal di Indonesia.

"Saat itu IMF menyarankan Indonesia melakukan kebijakan moneter dan fiskal super ketat sehingga akhirnya pertumbuhan ekonomi minus 12,7% (terburuk di Asia) dan pengangguran bertambah sebanyak 40 juta orang," kata Gede Sandra seperti dilansir  Kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 25/12).

Ada kemungkinan IMF sedang meninabobokan para pengambil kebijakan di Indonesia dengan berbagai pujian gombal, karena sebenarnya kondisi makroekonomi kita tidak sebagus itu. Karena faktanya, neraca perdagangan secara kumulatif (Januari-Oktober 2014) masih defisit sebesar USD1,64 miliar.

"Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2014 tercatat sebesar US$6,8 miliar (3, 07% PDB). Defisit anggaran sendiri, hingga 30 September 2014, mencapai Rp153,36 triliun. Karena berbagai defisit makro ekonomi inilah, pada 16 Desember lalu rupiah sempat menyentuh Rp 13.175 per dollar AS," tandasnya. [hta/rmol]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi