post image
KOMENTAR
Sebanyak 1500 KK pengungsi Gunung Sinabung yang berencana membeli lahan milik Verawanta br Surbakti di Desa Lingga sebagai tempat relokasi mandiri, memberikan pernyataan.

Seorang tokoh masyarakat pengungsi asal Desa Berustepu, Hesron Milala mengatakan bahwa para pengungsi memilih secara mandiri lahan tersebut tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

"Tidak ada yang memaksa kami untuk menempati lahan milik kak Verawanta itu. Kami rembugkan dan ternyata kami semua sangat ingin di Desa Lingga," katanya saat dijumpai MedanBagus.com di posko pengungsian sewa di Desa Perteguhen, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (12/8).

Proses rembug yang akhirnya menghasilkan keputusan memilih Lahan milik Verawanta di Desa Lingga didasari oleh banyaknya keunggulan lahan tersebut.

"Kenapa kami senang di sana karena yang pertama dekat dengan kampung kami. Kebun kami masih bisa ditanami di kampung, jadi dekat ngambil hasil kebun. Sudah itu dekat dengan pajak dan kota. Sekolah juga dekat jadi tidak perlu lagi anak sekolah diantar naik mobil," jelasnya.

Para pengungsi yang memilih lahan tersebut sempat merasa sedih dan bingung ketika mengetahui adanya kericuhan.

"Sewaktu ada kericuhan itu kami bingung kali, sedih kami. Sebelumnya kami senang karena hampir selesai proses jual belinya," ujarnya.

Ia juga menduga adanya provokasi yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab, sebab seluruh warga Desa Lingga sempat menyetujui pembangunan relokasi mandiri di tempat tersebut.

"Entah kenapa tiba-tiba jadi rusuh. Padahal sebelumnya warga gak masalah kami sementara tinggal di lahan itu. Mungkin ada juga yang memprovokasi warga sehingga terjadi kerusuhan," tandasnya.[sfj] 

Lakukan Penyemprotan Disinfektan Untuk Masjid, Daerah Pinggiran Kota Jadi Target BMH Sumut

Sebelumnya

Komunitas Sahabat Rakyat Lakukan Penyemprotan Desinfeksi Covid-19 di Masjid Ar Rahmat Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas