post image
KOMENTAR
Program bantuan sosial non tunai yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial dinilai mampu menekan kemiskinan hingga 0,3 persen. Angka tersebut didapat dari hasil kajian yang dilakukan oleh World Bank, dimana Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjangkau 6 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Efektifitas Bansos Non Tunai cukup berkontribusi besar dalam menekan jumlah penduduk miskin di Indonesia," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan Bansos Non Tunai PKH di Kota Tasikmalaya, Jumat (3/3).

Khofifah mengatakan, jika dilihat angka 0,3 persen memang terbilang kecil, namun di tengah kelesuan ekonomi global jumlah tersebut cukup berarti. Angka kemiskinan, kata dia, tidak dapat turun dengan signifikan karena inflasi yang dirasakan oleh masyarakat miskin juga tinggi.

Khofifah menerangkan, jika penerima PKH juga menerima beras sejahtera dan bantuan pangan non tunai (BPNT) maka kontribusi terhadap pengurangan kemiskinan mencapai angka 0,45 persen.

"Memang, untuk mengurangi angka kemiskinan bukan suatu pekerjaan mudah, partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan. Terutama pemerintah daerah lewat dukungan APBD,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya ke Kota Tasikmalaya, Khofifah menyerahkan bantuan senilai Rp116,8 miliar yang antara lain terdiri dari PKH non tunai Rp 49,7 miliar kepada 27.623 keluarga, bantuan pangan non tunai Rp 65,4 miliar kepada 49.617 keluarga, bansos UEP-KUBE Rp900 juta kepada 45 kelompok, bantuan E Warong Rp 450 juta kepada 45 kelompok, bansos disabilitas Rp30 juta kepada 10 orang, bansos lansia Rp160 juta kepada 80 jiwa, dan bantuan hibah dalam negeri Rp 78 juta kepada 370 keluarga. [hta/rmol]


WhatsApp Bakal Bisa Dipakai Di Banyak Perangkat Untuk Satu Akun?

Sebelumnya

Ramaikan Asian Games, IKA USU Jakarta Konsolidasi di CFD

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas