post image
KOMENTAR

Banyak cara unik yang dilakukan orang dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober.

Jika kebanyakan orang mengidentikan batik dengan baju atau apapun yang berkaitan dengan kain, di Medan justru sebuah becak bermotor yang disulap menjadi becak batik.

Adalah Hendri Pasaribu, warga Jalan Garu III, Medan yangmerupakan pemilik becak bermotif batik tersebut. Henri mengaku bangga mengecat becaknya karena batik merupakan salah satu warisan budaya asli Indonesia.

Saya memang cinta batik dan ingin menjaga bahkan mempopulerkan batik dengan cara seperti ini. Sudah 5 tahun becak saya pakai motof batik. Semoga batik tetap dicintai masyarakat Indonesia," ujar Hendri, Kamis (3/10/2019), saat ditemui di Jalan Teuku Cik Ditiro atau di depan SMA Negeri 1 Medan, tempat biasa ia mangkal.

Kecintaannya pada batik dimulai saat dirinya merasa kagum melihat orang berpakaian batik. Atas dasar itu, ia pun terinspirasi untuk menerapkan motif batik di becaknya.

Langkah Hendri menerapkan motif batik di becaknya ternyata diikuti rekannya sesama pengemudi becak bermotor.

"Kalau lihat orang pakai batik gitu, rasanya berkelas, rapi kali gitu, enak lihatnya. Waktu itu kawanku ada yang tertarik. Jadi dia minta buatin. Dua pekan juga siapnya," ungkapnya.

Menggunakan motif batik di becak bukan berarti penumpangnya bertambah. Ia mengaku, tak jarang orang menolak becaknya untuk dinaiki.

"Pro kontra pasti adalah. Ada penumpang yang nggak mau naik becak ini karena tak mau dilihatin banyak orang, ada yang mau. Ada juga orang yang mau numpang foto-foto saja, nanti aku dikasihlah uang rokok,"

Karena kecintaannya terhadap batik, Henri mengaku sudah menghabiskan banyak uang. Tak lupa, ia juga menyematkan beberapa motif Batik Medan dan ornamen gorga di becaknya.

"Kalau uang sudah tak terhitunglah, sudah banyak habis kesini. Aku kalau bosan sama motifnya, kuganti lagi. Motifnyapun macamlah, ada motif batik Medan, pernah juga ada campuran motif gorganya," terangnya.

Hendri senang ketika batik diakui Unesco menjadi warisan budaya asli Indonesia. Pemerintah Indonesiapun menjadikan 2 Oktober setiap tahunnya menjadi hari batik nasional, Bukannya puas, Hendri malah menuntut agar ada hari batik internasional.

"Batik sudah diakui dunia, jadi harus ada hari batik internasional, jangan hanya hari batik nasional. Saya itu ingin melihat semua orang di dunia pakai batik," harapnya.

Tak lupa, ia menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menjaga dan melestarikan batik dengan cara memakainya untuk menimbulkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa ini.[dar]

Kain Ulos 500 Meter Meriahkan Hari Ulos 2019 Di Medan

Sebelumnya

Lima Tahun Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ulos Batak Harus Dilestarikan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya