post image
KOMENTAR

Pesta wirausaha Sumatera Utara 2019, menjadi ajang kegiatan para wirausahawan mengeksplorasi kemampuan individual mereka dalam menjalankan bisnis masing-masing. Dari sekian banyak bisnis usaha yang dijajakan, ada dua yang paling menarik perhatian yakni bisnis Fashion dan kuliner.

Dunia fashion tentu berkaitan langsung dengan gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Bisnis ini bahkan termasuk industri dengan pergerakan ekonomi yang luar biasa besarnya karena menjawab kebutuhan sehari-hari setiap orang yang ingin tampil sempurna.

“Inilah yang membuat bisnis fashion menjadi bisnis menjanjikan di masa depan,” kata Charil Fajri selaku kepala divisi pelayanan di Komunitas tangan diatas (TDA) Medan, di Area PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (8/10/2019).

Berdasarkan data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), potensi ekonomi kreatif untuk berkembang di Indonesia besar. Tiga subsektor utama yang menopang ekonomi kreatif di Indonesia yakni kuliner, fashion dan kriya.

Charil Fajri mengatakan hampir sebagian besar peserta yang hadir memang didominasi tiga bisnis tersebut. Bahkan ada trend belakangan ini para artis juga mulai mengarahkan bisnisnya pada tiga sektor tersebut

“Sekarang pekerja juga tertarik untuk terjun kedunia wirausaha dengan metode kolaborasi dengan menjadi reseler terlebih dahulu untuk diawal, demi menambah penghasilan mereka,”tambah chairil yang juga sebagai seksi acara.

Menurut Erlina Nasution selaku bendahara Asosiasi Eksportir dan Produsen Handcraft Indonesia (ASEPHI) bagian daerah SUMUT. Memberikan pendapatnya mengenai bisnis di dunia fashion, dimana barang yang dipamerkan adalah fashion atau desain baju yang terbuat dari kain ulos khas Sumatera Utara.

“Usaha dalam segi fashion,menjanjikan karena ini kan kain tenunan yang khas,biasanya orangkan suka yang etnik-etnik daerah,” ungkapnya.

Erlina juga menegaskan jika bisnis fashion dengan kain khas tenunan batak,biasanya laris di pasaran  dengan berbagai desain baju.Biasannya  komunitas Asosiasi Eksportir dan Produsen Handcraft Indonesia (ASEPHI),Medan. Memamerkan hasil karyanya sampai keluar kota Medan seperti Jakarta, Batam. Kemudian untuk luar negeri ada Kuala Lumpur dan Penang.

“Banyak juga kalangan artis yang membeli produk kami,” pungkasnya. [dar]

Pertumbuhan Platform Jasa Antar Makanan Naik 900 Persen

Sebelumnya

JNE Kembali Gelar Harbokir ke 4 Kalinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi