post image
Himpunan Alumni Teknik Industri USU/ MedanBAgus
KOMENTAR

Departemen Teknik Industri USU merupakan yang tertua di Indonesia, yang berdiri sejak tahun 1965 yang telah menghasilkan ribuan alumni yang bekerja diberbagai profesi baik di swasta, pemerintahan, politisi maupun pebisnis. Alumni Teknik Industri tergabung dalam HATIUSU (Himpunan Alumni Teknik Industri USU) yang kepengurusan barunya dilantik oleh Ikatan Alumni Fakultas Teknik USU pada Sabtu (19/10) oleh Hasrul Hasan, Sekertaris Jenderal IKA FT USU. Pelantikan dilaksanakan saat Temu Ramah Teknik Industri USU (TERATI) yang merupakan rangkaian kegiatan Lustrum XII Fakultas Teknik USU.

Pengurus yang dilantik Achmad Tirmizi sebagai Ketua Umum, Sa'dudin (Sekertaris Umum), Nismah Panjaitan (Bendahara Umum) dan dihadiri oleh pengurus Bidang Bisnis, Karir, pelatihan, penelitian dan pengembangan serta Humas.

Dalam sambutannya Hasrul Hasan mengatakan bahwa HATIUSU harus bersinergi dengan IKA FT USU untuk memperkuat Ikatan sesama Alumni Teknik supaya menjadi terdepan dalam hal Rekayasa.

Achmad Tirmizi sebagai ketua umum HATIUSU mengatakan bahwa Alumni Teknik Industri harus bisa berkiprah dalam memberikan kontribusi untuk pengembangan dunia usaha dengan membangun Industri 4.0.

"Dan untuk para alumni diharapkan sukses di Karir dan Bisnisnya dengan terus menerus meningkatkan kompetensi di Era Industri 4.0. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antar alumni, dosen dan mahasiswa TI USU dalam bentuk aksi nyata sesuai moto kepengurusan ini "CollaborAction to Win", sambungnya.

Acara talkshow ini bertemakan "Collaboration of Industrial Engineering's Stakeholders to Develop Human Capital 4.0". Dengan pembicara Alumni Teknik Industri yang ternama. Dimulai dengan pembicara Utama Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng yang mengatakan bahwa kedepan Alumni Teknik Industri harus bisa bersaing di Era Industri 4.0 dengan memiliki 5 kompetensi yaitu Complex Problem Solving, Critical Thinking, Creativity, Cognitive Flexibility dan Enterpreneurship, dalam mencapai itu harus dilakukan perubahan dalam Sistem belajar mengajar dan memperkuat Self Learning.

Untuk menghasilkan kompetensi itu, DR. T. Hedi Safinah mengatakan Teknik Industri harus melakukan Transformasi organisasi di Era Industri 4.0 dengan meningkatkan komitmen untuk melakukan perubahan karena lingkungan yang begitu cepat berubah dengan merubah Mindset serta memperkuat otomatisasi dan digitalisasi dalam proses bisnisnya sehingga bisa lincah mengikuti perkembangan terkini.

"Pembelajaran harus didukung dengan E Learning dengan video pembelajaran yang diisi oleh para pakar yg ada di Teknik Industri. Sedangkan Ketua HIMTI mengatakan untuk mendapatkan ilmu tambahan mahasiswa harus sering ikut pelatihan tentang perkembangan industri 4.0 dan melatih Leadershipnya dengan berorganisasi", dilanjutkan oleh Ketua Departemen TI USU DR. Meilita T. Sembiring, ST,MT.

Dan terakhir disimpulkan oleh Achmad Tirmizi sebagai Ketua HATIUSU bahwa untuk memfasilitasi hal itu HATIUSU akan membuat Forum Sharing and Discussion yaitu HATIUSU FORUM dan pelatihan - pelatihan dengan topik pengembangan bisnis dan karir di Era Industri 4.0 yang diikuti Alumni, dosen dan Mahasiswa, sehingga diharapkan terjadi peningkatan kompetensi dan perubahan Mindset yang pada akhirnya dapat berkolaborasi untuk memberikan kontribusi untuk perusahaan di Indonesia agar dapat bersaing di Era Industri 4.0. [dar]

KOMENTAR ANDA