post image
Net
KOMENTAR

Plt Kepala LLDIKTI Wilayah III, M Samsuri mengatakan perguruan tinggi hendaknya selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jika tidak, akan tergerus dan tidak lagi bisa berkompetisi dengan baik.

Hal ini disampaikannya dalam seminar bertajuk “Leaders: Bringing Higher Education Leading in Quality” di kampus LSPR, Sudirman Park, Jakarta, Kamis (16/1).

Saat ini kata Samsuri, sekitar 25 persen dari perguruan tinggi di Amerika Serikat yang berada di peringkat bawah diperkirakan akan tutup pada 10 tahun mendatang. Ada tiga hal yang jadi penyebabnya yakni proses bisnis yang dilakukan sudah usang, tidak adaptif dengan perkembangan zaman.

Selanjutnya ada faktor demografi atau jumlah penduduk. Namun jika dibandingkan dengan Indonesia, faktor ini tidak dapat menjadi alasan. Mengingat masih ada 66 persen usia masuk perguruan tinggi yang belum tergarap.

“Ketiga yang membuat perguruan tinggi tidak bisa berkompetisi dengan baik yaitu munculnya online learning,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Samsuri menyerukan agar seluruh perguruan tinggi di wilayah III untuk lebih adaptif dan memunculkan online learning system masing-masing.

Jika memang suatu perguruan tinggi belum mendapatkan izin menyelenggarakan online learning, maka bisa menggunakan opsi blended online learning. Di mana kurang dari 50 persen dari mata kuliah bisa dilakukan secara online. Namun tetap harus memiliki learning media centre.

“Nanti bisa cukup ditetapkan oleh LLDIKTI persetujuan Senat dan dilaporkan saja ke kementerian melalui LLDIKTI Wilayah III. Supaya legal,” tegasnya. [dar]

Agar Tembus Pasar Ekspor, Pemko Medan Harus Jembatani Pelaku UMKM

Sebelumnya

Anniversary, PT. QIMS Intrasindo Adakan Forum Manajemen 4.0

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi