post image
KOMENTAR

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta agar Presiden Joko Widodo membatalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. HMI juga meminta kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi untuk dicopot dari jabatannya.

Pembatalan RUU hingga pemecatan kepala BPIP ini dinilai HMI perlu dilakukan karena kerap membuat masyarakat resah.

"RUU itu mendapat reaksi negatif dari banyak pihak. Sudah ada kelompok yang akan melakukan demo sebagai reaksi dari penolakan terhadap RUU itu. Oleh karena itu baiknya agar dibatalkan Presiden," ujar Ketua Umum Badko HMI Sumut, Alwi Hasbi Silalahi di Medan, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya Kepala BPIP juga sering bikin resah masyarakat dari melalui pernyataan yang dilontarkan.

"Pernyataan-pernyataan Kepala BPIP juga sering buat gaduh, kita berharap agar segera dipecat saja," tegas Hasbi.

Hasbi menekankan pembatalan hingga pemecatan ini perlu segera dilakukan untuk menghindari gelombang aksi masa yang lebih besar.

"Kita harus ingat reaksi terhadap penolakan revisi UU KPK yang begitu besar bahkan ada korban jiwa, jangan sampai reaksi masa menolak RUU cipta kerja ini seperti itu juga," demikian Hasbi.

Mulai April Ini, Sejumlah Hotel Tutup di Medan

Sebelumnya

Warga Simalingkar B Tolak Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di Wilayahnya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa