MBC. Model absen sidik jari atau finger print sudah mulai berlaku dan diterapkan untuk absensi sidang paripurna DPR hari ini (Selasa, 2/10).
Setidaknya ada 15 unit finger print dan satu hands key yang disediakan untuk mengakomodir 560 anggota DPR. Sementara total biaya yang dikeluarkan untuk alat ini mencapai Rp 279 juta.
Menurut satf bagian gedung dan pertamanan DPR, Sumbodo, semua finger print dan satu unit hands key mulai digunakan untuk memasukan data sidik jari para anggota dewan.
"Ini untuk perekaman atau input data sidik jari. Jadi absennya belum. Setelah semuanya diinput akan disingkronisasi," ujar Sumbodo di ruang Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, (Selasa, 2/10)
Penempatan ke 15 unit finger print itu diletakan di semua pintu masuk ruang sidang Paripurna DPR.
"Ini nanti memang untuk Paripurna. Seluruhnya ada 15 unit. Biayanya Rp279 juta," papar dia.
Namun Sumbodo mengaku tak begitu tahu secara pasti mengenai tujuan penggunaan finger print di ruang Sidang Paripurna.
"Tujuannya saya kurang tahu pasti, kami hanya memasang saja," katanya, sambil mengatakan bahwa hands key berbeda dengan finger print. Hands key digunakan untuk merekam lima sidik jari sekaligus.
"Jadi kalau finger print tidak berhasil, maka menggunakan ini. Tapi ini untuk cadangan saja," demikian Sumbodo. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA