post image
KOMENTAR
Sekretaris Kabinet menegskan bahwa dirinya taat azas dan menghormati azas praduga tak bersalah. Karenanya, dia tak mau menyebut, kementerian mana yang dia laporkan ke KPK pada Rabu malam lalu.

“Bahwa andaikata nama itu benar, itu bukan dari saya. Yang jelas, saya tak pernah sebutkan,” katanya kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Dia mengapresiasi keberanian PNS untuk melaporkan penyimpangan yang terjadi di tempat mereka bekerja. Menurut Dipo, kongkalikong penggelembungan anggaran tidak akan terjadi kalau hanya dilakukan oleh pejabat kementerian saja. Yang terlibat juga pengusaha dan oknum anggota DPR. Jadi, laporan ke KPK juga menyangkut pihak-pihak yang tersangkut.

Apakah Presiden akan segera mencopot menteri tersebut? Dipo mengatakan, “Presiden tidak langsung main pecat. Biarkan KPK bekerja,” katanya.

Menanggapi pernyataan Mentero Pertanian Suswono bahwa laporan itu surat kaleng, karena tidak jelas indentitasnya, Dipo menjawab secara umum. Bahwa informasi yang masuk kepadanya  sangat banyak. Ada yang mencantumkan indetintas jelas. Ada yang tidak.

Tapi mengenai laporan yang dimasukkan ke KPK, ada lampirannya. Dipo mencross check kepada pejabat eseslon satu, juga kepada menterinya. “Soal mana yang betul, apakah laporan PNS atau penjelasan menteri, saya serahkan sepenuhnya kepada KPK,” kata Dipo. [rmol/hta]
 

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Sebelumnya

Terima Audiensi RMOL Sumut, Rico Waas: Perlu Sinergitas untuk Sukseskan Pembangunan Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa