
Selain mengapresiasi langkah Sekretaris Kabinet, karena telah berani melaporkan dugaan praktik haram Kementerian dengan Ketua Fraksi DPR ke KPK, Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo juga mengingatkan Dipo.
"Pak Dipo harus terbuka. Saya apresiasi dia sampaikan ke KPK, sebagai bukti awal penggelembungan (penggunaan APBN) itu," ujar Tjahjo di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 19/11).
Namun, Tjahjo menyayangkan sikap Dipo karena anak buah SBY di Istana itu tak berkoordinasi dengan Presiden perihal ini.
"Tapi menurut jubir presiden, Pak Dipo tidak koordinasi dengan Presiden. Itu menandakan saling tikam di kabinet. Saya khawatir apa yang dikatakan jubir akan jadi polemik internal," sesalnya.
"Pak Dipo politisi, aktivis. Nyatanya, apa yang dia lakukan tidak berkoordinasi dengan Presiden. Artinya dia bermanuver, imbuhnya.
Dan sayangnya lagi, pungkas Tjahjo, Dipo berlagak seperti bumper Presiden. Tapi, sayangnya, malah menjadi polemik di internal kabinet. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA