
Karena di provinsi tersebut, antara lain akan dibangun pelabuhan internasional Kuala Tanjung, pengambangan ekonomi khusus Semangke, dan pembangunan Bandara Internasional, Kuala Namu.
"Ini pasti membutuhkan resources yang tentu saja tidak sedikit," jelas Ketua Ketua Gerakan Cinta Medan Abdul Rasyid kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 28/12).
Makanya, kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut harus bisa mempersiapkan masyarakat menghadapi munculnya tempat-tempat pertumbuhan ekonomi baru, dampak pengembangan proyek-proyek besar tersebut.
"Karena itu, masyarakat harus melihat siapa calon gubernur yang memiliki program yang bisa menyambut itu. Ini yang harus jadi perhatian dari para kandidat. Jadi nggak bisa sekadar (kampanye) pengobatan gratis, pendidkan gratis. Itu kan sudah klise," jelasnya.
Apalagi sambung Rasyid, jamak diketahui, Sumut adalah provinsi terbesar di Sumatera. Makanya, dibutuhkan pemimpin yang secara pasti dan jelas mengetahui dan bisa memberdayakan potensi-potensi yang ada.
Selain soal progam, masih kata Rasyid, masyarakat juga harus melihat kandidat dari segi penampilan atau performance. "Yaitu track record, menarik atau tidak, kecerdasan, keluarganya harnomis atau tidak. Soal bagaimana keluarganya, ini juga penting (untuk diketahui)," tandas staf khusus Menko Perekonomian ini. [zul]
KOMENTAR ANDA