
Dikunjungi para kandidat gubernur dan wakil gubernur tentu saja membuat para pedagang senang. Sebab, selain dapat bertemu langsung dengan para calon, jika beruntung, dagangan mereka juga akan dibeli.
Seperti saat Jumiran Abdi kunjungi Pasar Gambir, Bandar Klipa Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang beberapa hari lalu. Salah seorang pedagang, br Hasibuan, gembira bukan kepalang, sebab Jumiran memborong buah salak dagangannnya untuk kemudian dibagi-bagikan ke pengunjung pasar.
"Nah, perhatian seperti inilah yang dekat di hati rakyat. Karena masyarakat memang butuh perhatian dari pemimpinnya," tutur br Hasibuan dengan senyum sumringah karena buah salaknya diborong habis.
Suka cita juga dirasakan para pedagang nasi goreng di kawasan Pakantan, Jalan Pandu Medan. Pasalnya Rabu malam (02/01/2013), sejumlah warung di kawasan itu diboking pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi.
Menurut Erry, pedagang kaki lima di Medan, tidak kalah dengan restoran dalam menyuguhkan cita rasa makanan. Selain murah, meriah, harga yang ditawarkan jauh lebih ekonomis. " Walau di restoran, jika rasa makanannya biasa saja, tentu warga memilih menikmati kuliner di warung kaki lima," sebut Erry.
Menurut Erry, keberadaan pedagang kaki lima di Kota Medan jika tertata lebih rapi, akan menambah semarak kota pada malam hari. "Saya yakin, Pemko Medan tidak akan melakukan penggusuran jika pedagang berjualan dengan memperhatikan kaidah-kaidah dan aturan. Misalnya berjualan di tempat yang diperbolehkan atau emperan toko yang tidak mengganggu trotoar jalan," imbuh Erry. [ded]
KOMENTAR ANDA