
Para kader dan simpatisan mengisi waktu luang sambil menunggu kehadiran Megawati, diantaranya dengan membuat pertunjukan Tari Reog Ponorogo yang digelar oleh Satgas Joko Tingkir Sumatera Utara.
Megawati Soekarno Putri yang ditunggu akhirnya tiba, ribuan kader PDI Perjuangan di termina VIP Bandara Polonia, tidak sempat menyapa seluruh kadernya. Keluar dari ruangan VIP Bandara Polonia, Megawati langsung masuk kedalam mobil yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Megawati tiba dibandara Polonia bersama dengan sejumlah petinggi PDI Perjuangan seperti Sekjen PDI. Perjuangan Cahyo Kumolo. Juga terlihat beberapa anggota DPR RI dari PDI Perjuangan seperti Maruarar Sirait. Rombongan tersebut meninggalkan Bandara Polonia menuju Hotel Aston untuk selanjutnya menuju Hermes Place di Jalan Juanda.
Di Harmes Place sendiri suasana tak kalah ramainya dengan di Polonia, ribuan kader juga telah memerahkan arena yang terletak di Jalan Juanda tersebut. Awak pers juga merasa tidak leluasa meliput suasana saat ini, begitu juga disaat Megawati tiba diHermes yang didampingi Efendi Simbolon, awak Pers sempat dihalang-halangi mengambil gambar Megawati.
Pembohong
Nama Rustam Effendi Nainggolan, yang merupakan calon wakil gubernur dari Partai Demokrat, tiba-tiba muncul dalam Acara Pemantapan Pemenangan Effendi Simbolon/ Jumiran Abdi yang dilaksanakan di convention Hall Hermes Palace, tersebut.
Wakil ketua DPD PDI Perjuangan, Budiman Nadapdap menyebut RE sebagai pembohong besar. Hal ini disampaikannya berkaitan dengan majunya RE Nainggolan menjadi cawagub dari Partai Demokrat.
"Saya sudah tanya dia ketika mengikuti fit and proper test di PDIP, dia bilang tidak mau menjadi nomor 2 dan tidak akan maju jika hanya menjadi nomor 2, tapi ternyata dia maju menjadi cawagub, kesimpulannya dia itu pembohong," teriak Budiman.
Teriakan ini sendiri disambut tepuk tangan seluruh kader PDI Perjuangan yang hadir. Belum diketahui maksud Budiman memunculkan wacana tersebut dalam laporannya diawal acara Acara Pemantapan Pemenangan Effendi Simbolon/ Jumiran Abdi tersebut.
Pecat
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarno Putri, mengingatkan seluruh kader partainya di Sumatera Utara agar bekerja keras memenangkan pasangan Effendi Simbolon/ Jumiran Abdi (ESJA) dalam Pilgubsu 2013. Sebab, kerja keras seluruh kader menjadi penentu kemenangan pasangan tersebut.
"Siapa yang tidak mau bekerja keras, silahkan keluar dari partai ini," kata Megawati.
Masih kata Megawati, informasi mengenai kinerja seluruh kader PDI-P di Sumatera Utara dalam upaya pemenangan pasangan ESJA sangat beragam yang sampai kepadanya. Sehingga ia menegaskan, agar setelah acara ini, tidak ada lagi kader yang tidak bekerja memenangkan pasangan tersebut.
"Boleh berbeda keinginan, tapi sekali partai menentukan pilihan pasangan yang akan diusung, maka seluruh kader harus satu suara," lanjutnya.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyatakan partainya tidak pernah mendzolimi seseorang selama penjaringan calon gubernur di partai yang dipimpinnya.
"Mungkin banyak yang berfikir saya diktator dalam penentuan cagub yang akan diusung partai, saya tidak demikian," ujar Megawati.
Megawati mengakui, PDI Perjuangan dituding mendzolimi RE Nainggolan karena tidak memutuskan mengusungnya. Namun menurutnya, hal ini murni sebagai aspirasi seluruh kader PDI Perjuangan yang menginginkan calon gubernur yang diusung berasal dari kader partai. [rob]
KOMENTAR ANDA