MBC. Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh bakal diganjar rapor merah di tahun ini. Sebab, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang kejanggalan penggunaan anggaran di Kemendikbud senilai Rp65 miliar pada semester pertama 2012, belum juga diselesaikan. Ditambah adanya ribuan rekening gelap di sejumlah PTN. Duh...
Pengelolaan anggaran keuangan Kemendikbud diharapkan dapat menjadi lebih baik tahun ini. Apalagi, sudah dua kali mendapat status disclaimer dari BPK. Ketua Komisi X DPR bidang Pendidikan Agus Hermanto mengatakan, tidak menuntut kemungkinan Menteri Nuh diganjar rapor merah lagi karena, lambatnya penyelesaian hasil audit BPK dan lemahnya pengawasan anggaran di daerah oleh Kemendikbud.
“Kami berharap audit BPK segera diselesaikan, dan Kemendikbud harus membuat perencanaan yang terukur dan matang serta membuat langkah-langkah strategis agar laporan keuangan bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun ini,” kata Agus di Jakarta, kemarin.
DPR juga mendesak Kemendikbud segera mengupayakan Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kompetensi Guru (UKG) dilaksanakan dengan standar yang jelas.
“UKA dan UKG harus memiliki standar yang jelas dan diperlukan evaluasi agar tercipta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi baik dalam pendidikan,” cetusnya.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Golkar Oelfah Harmanto berharap, Mendikbud bisa lebih serius bekerja dan menjaga pengelolaan keuangan pendidikan dengan baik dan transparan.
“Sistem pendidikan saat ini masih buruk. Ditambah tidak transparannya pengelolaan anggaran. Sehingga kinerja Mendikbud kerap diganjar rapor merah oleh BPK,” kata Harmanto.
Menanggapi hal itu, Muhammad Nuh memastikan segera memperbaiki tata kelola keuangannya, supaya tidak lagi mendapat status rapor merah oleh BPK.
“Hasil audit BPK akan segera diselesaikan. Kami tidak ingin tahun ini kembali mendapat disclaimer. Kalau sampai dapat rapor merah, berarti ada yang aneh dan harus segera dituntaskan,” ucap Nuh.
Nuh juga mengaku masih ada kekurangan dalam pelaksanaan anggaran 2012 senilai Rp77 triliun.
“Memang ada beberapa keterlambatan mulai penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM), tunjangan guru dan beasiswa. Ini akan kita perbaiki di 2013,” janji Nuh. [Harian Rakyat Merdeka/rmol/ans]
KOMENTAR ANDA