"Pada prinsip kami para pengurus menerima keputusan yang dilakukan oleh DPP.Karena dari sejak awal PAN merupakan partai yang terbuka,nasionalis dan religius serta plural,sehingga apa yang diputuskan tersebut merupakan sebuah keputusan yang sangat bijak," kata Ahmad Arif Ketua DPD PAN Kota Medan, Selasa (12/2/2013) di Medan.
Ia mengatakan dengan adanya keputusan yang dilakukan DPP,maka seluruh kader dan pengurus PAN siap menerima dengan tetap mengacu kepada aturan dan mekanisme sesuai dengan aturan partai.
"Jadi dengan bergabung PDS atau partai yang tidak lolos pada Pemilu 2014,maka PAN akan menjadi rumah partia yang terbesar di Sumatra Utara,khususnya Indonesia untuk menyonsong Indonesia yang baru dengan perubahan dan semangat yang baru,sehingga membuat masyarakan akan lebih simpati terhadap PAN," kata Ahmad Arif.
Disinggung akan adanya seleksi penerimaan calon legislatif dari Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam hal ini Arif mengatakan semuanya mengaju kepada aturan dan mekanisme yang berlaku.
"Kita mengetahui ada beberapa teman-teman partai PDS ada yang duduk di legislatif,termasuk di Kota Medan yang berjumlah empat orang tentunya kita berikan kesempatan untuk mengikuti tahapan seleksi.Silakan saja bagi kita pada prinsipnya tidak ada masalah," ucap Ahmad Arif.
Sebelumnya di Jakarta, Partai Amanat Nasional (PAN) menerima bergabungnya Partai Damai Sejahtera (PDS) yang tidak lolos sebagai partai peserta pemilu 2014.
Menurut,Viva Yoga Mauladi, Ketua Bapilu DPP PAN menegaskan bahwa PAN merupakan milik rakyat Indonesia. Sebagai partai nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan berasaskan moral politik yang membawa rahmat bagi seluruh alam, PAN tidak membedakan agama, suku, etnis, budaya atau jenis kelamin. PAN menghargai pluralitas dan kemanusiaan. "Jadi masuknya PDS sesuai dengan platform PAN," tegasnya. [rob]
KOMENTAR ANDA