post image
KOMENTAR
Sudah banyak fakta prilaku para anggota DPR kita bobrok. Berdasarkan pengalaman, sejumlah studi banding ke dalam maupun luar negeri itu justru dimanfaatkan jadi ''study tour''. Tak pelak lagi, anggaran pun tergerus akibat pemborosan wakil rakyat itu.

Terakhir, anggota Komisi III DPR RI berencana studi banding ke 4 negara di Eropa, yaitu Inggris, Perancis, Belanda dan Rusia. Konon tujuannya, untuk mempelajari penerapan hukum yang bakal dimuat dalam RUU KUHAP/KUHP.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Rusia menolak tegas rencana kunjungan kerja itu. Walaun pun anggaran, khusus ke Rusia menelan biaya sekitar Rp1,6 miliar dengan tiket US$ 9.537 per orang sesuai standar yang ditetapkan, tapi tetap saja hal itu sebagai pemborosan yang sia-sia.

''Kalau bisa hemat, kenapa mesti dihambur-hamburkan uang rakyat, bukan malah sebaliknya. Kalau bisa dihambur-hamburkan, kenapa dihemat-hemat. Perilaku menghambur-hamburkan adalah tindakan tercela. Karena itu wajib dikutuk. Terlebih jika hal itu dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat,'' tegas Ketua PCIM Rusia, Kusen MA Rabu, (3/4/2013).

Agar maksud dan tujuan tercapai tanpa harus melakukan studi banding khususnya ke Rusia, PCIM Rusia menawarkan tiga opsi. Anggota DPR cukup mendatangkan para ahli hukum untuk  dimintai pandangannya; mendatangkan alumni Eropa yang pernah mengambil studi hukum; dan mendatangi kantor kedutaan besar negara Eropa yang ada di Jakarta untuk dimintai pandangannya terkait perundang-undangan di negara masing-masing.

"Ongkosnya murah, hasil yang didapatkan sangat signifikan," ujar Kusen seperti dilansir Rakyat Merdeka Online. [ans]

Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tingkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMK YAPIM Biru-Biru

Sebelumnya

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa