MBC. Bisa jadi peristiwa Ujian Nasional (UN) kali ini sangat memalukan. Sepanjang sejarah UN di tanah air, belum pernah terjadi pelaksanaan UN tertunda dan diselenggarakan tidak serentak.
"Meski UN selalu ada catatan kecurangan, tapi dalam hal pelaksanaan tidak pernah sefatal ini," ujar Ketua umum PP Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himmah), Aminullah Siagian, Senin (15/4/2013).
Atas kekacauan manajemen UN tahun 2013 ini jelas Amin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh harus bertanggung jawab dan harus mundur dari Jabatannya.
"Ini sangat fatal! Untuk hajatan nasional begini dan sudah rutin dilakaukan dia tidak mampu, ya harusnya mundur," tegas Amin sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online.
Terakhir dia meminta, pihak KPK dan penegak hukum lainnya untuk memeriksa Kemendikbud dan pihak perusahaaan percetakan atas kejadian yang memalukan ini.
Seperti diketahui, dengan alasan kendala teknis dalam pengepakan naskah soal di percetakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan jadwal (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi dari tanggal 15 April menjadi 18 April. 11 provinsi itu adalah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara di Sumatera Utara, proses UN pun kacau balau. [ans]
KOMENTAR ANDA