MBC. Era privatisasi dan komersialisasi pendidikan ditandai dengan perubahan status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Badan Hukum Milik Negara (BUMN) yang membuka lahan basah bagi bisnis korporasi nasional maupun multinasional untuk mengeruk uang rakyat demi mendapatkan pendidikan.
Kegaduhan ujian nasional (UN) pun semakin menambah rentetan panjang buruknya wajah sistem pendidikan di Indonesia. Anggaran Rp644,25 miliar merupakan anggaran terbesar sepanjang sejarah pelaksaan UN.
Namun faktanya hanya melahirkan kekacauan dan kriminalitas serta gangguan psikologis generasi bangsa. Padahal dengan nilai fantastis itu sangat lebih dari cukup untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di sekolah daerah.
Atas fakta miris itulah, sejumlah mahasiwa yang tergabung dalam front mahasiswa bersatu (MASSA) melakukan pendudukan di depan kantor kementerian pendidikan di Sudirman Jakarta. Mahasiswa yang berjumlah puluhan itu sudah mendirikan tenda-tenda beratap terpal di depan kantor M.Nuh selama tiga hari.
"Kami akan menagih janji M.Nuh yang katanya mau buka kesempatan debat terbuka soal kirikulum 2013. Sampai hari ini tidak ada, dia pengecut," tegas salah seorang mahasiswa bernama Moneshdi depan kantor Kemendiknas, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).
Monesh menambahkan jika para mahasiswa akan bertahan selama seminggu untuk menunggu dan menyadarakan masyarakat bahwa pendidikan di Indonesia sudah tidak pro rakyat lagi.
"Masyarakat sudah cukup tahu kalau M.Nuh tidak punya malu lagi hadapi rakyat,"kata Monesh sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online.[ans]
KOMENTAR ANDA