post image
KOMENTAR
MBC. Bank Indonesia wilayah IX SUmut-Aceh membuka 42 loket khusus penukaran uang pecahan kecil (UPK). Hal ini dilakukan sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan UPK menjelang lebaran

"Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar sekaligus meminimalisir terjadinya antrian panjang,"  ujar Pimpinan BI WIlayah IX Sumut-Aceh Hari Utomo saat jumpa pers di Gedung BI, Kamis (11/7/2013).

Dia melanjutkan, kebutuhan Sumut sendiri akan uang pecahan baru, mengalami peningkatan senilai Rp 2,6 triliun atau naik sebesar 0,3% dari tahun 2012. Jumlah itu, katanya lagi, termasuk untuk kebutuhan Kota Medan dan sekitarnya sebesar Rp 1,4 triliun atau naik 16,6% dari tahun 2012.

"Uang pecahan Rp 3,7 triliun merupakan kebutuhan di Sumut dan Aceh. Di Sumut sebesar Rp 2,6 triliun dan di Aceh yakni Rp 1,1 triliun. Tahun 2012 kebutuhan uang pecahan Sumut dan Aceh Rp 3,4 triliun," ujarnya.

Jumlah kebutuhan UPK itu, lanjut dia, sudah termasuk untuk kebutuhan ATM pada hari libur panjang lebaran dan kebutuhan nasabah bank.

Heri juga menjelaskan, dalam strategi penukaran uang akan  dimulai serentak pada 22 Juli sampai 2 Agustus 2013. Pelayanan pun, lanjutnya dibagi ke beberapa hal seperti terdapat di 10 pasar tradisional, 10 instansi pemerintah, pelayanan oleh bank-bank dengan membuka loket khusus penukaran, penukaran juga dilakukan oleh yakni PT Bank Mandiri, PT Bank BNI, PT Bank BRI, dan PT Bank Sumut di Lapangan Merdeka Medan. [hta]

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Sebelumnya

Selamat, JNE Medan Raih 4 Penghargaan di Indonesia Marketeers Festival 2020

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi