post image
KOMENTAR
Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, mengimbau 5 Kabupaten/Kota di Pulau Nias untuk mengembangkan industri pariwisata. Keindahan dan keunikan budaya di Pulau Nias diyakini dapat menarik minat wisatawan lokal dan mancanegera.

Hal ini disebutkan Tengku Erry dalam acara silaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama dengan Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Bupati Nias Utara Edward Zega, Bupati Nias Barat Aroziduhu Adrianus Gulo dan tokoh masyarakat di Mesjid Jami’, Kelurahan Saombo, Jalan Kol Yos Sudarso, Gunung Sitoli, Selasa (22/7/2013).

Acara tersebut merupakan rangkaian roadshow Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ke Pulau Nias. Bupati Nias Selatan Idialisman Dachi tidak hadir karena sedang tugas keluar kota.

Turut dalam rombongan Safari Ramadhan Pemprov Sumut ini, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemprov Sumut Arsyad Lubis, Kadis Kominfo Pempro Sumut Jumsadi Damanik, Panglima Komando Sektor (Pangkosek) Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) III Marsekal Pertama TNI Sungkono, Komandan Pangkalan Pertahanan Laut (Dan Lantamal) I Belawan Laksamana Pertama TNI Didik Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan dukungannya kepada Bupati dan Walikota di Pulau Nias untuk melakukan percepatan pembangunan, terutama dalam bidang industri pariwisata.

"Saya yakin Pulau Nias dapat mencuri perhatian wisatawan mancanegara yang selama ini lebih besar tersedot oleh Pulau Bali. Padahal keindaha alam Pulau Nias tidak kalah dengan Pulau Bali," sebut Erry.

 Lebih lanjut Erry mengatakan, percepatan industri pariwisata di Pulau Nias harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai seperti fasilitas jalan raya, perhotelan, sarana transportasi dan tidak kalah pentingnya adalah keramahan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

"Masyarakat Nias saat ini jauh lebih baik dan membuka diri dengan kehadiran turis, baik turis lokal maupun turis dari mancanegara. Jika masyarakat welcome dengan kehadiran warga pendatang, saya yakin Nias akan bangkit dalam bidang pariwisata," sebut Erry.

Selain itu, keberadaan Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) yang akan dioperasikan pada 25 Juli mendatang menjadi akses pendukung masuknya wisatawan mancanegara ke Nias dan sejumlah daerah wisata lainnya di Sumut.

"Nias punya Pantai Sorake di wilayah Teluk Dalam yang memiliki ombak yang bagus untuk kegiatan surfing. Kemudian budaya lompat batu dan rumah adat yang unik, tentu menjadi daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain. Ini potensi yang harus dikembangkan dan dapat menambah PAD tiap kabupaten dan kota di Pulau Nias," sambung Erry.

Erry juga mengharapkan 33 Kabupaten/Kota di Sumut merancang agenda kegiatan yang dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumut. Bisa dibayangkan, jika tiap daerah menggelar kegiatan budaya secara bergiliran, tentu dalam rentang waktu 1 tahun, ada 3 kegiatan di 3 daerah yang menyedot perhatian wisatwan.

"Kegiatan itu akan menjadi luar biasa manfaatnya bagi pendapatan masyarakat sekaligus dapat menggiatkan pemasaran produk UKM," sebut Erry.

Dalam kesempatan yang sama, Erry juga berpesan kepada Bupati dan Walikota di Sumut untuk menekan potensi terjadinya lonjakan harga 9 bahan pokok menjelang lebaran mendatang. Salah satu upaya yang dapat ditepuh mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok adalah dengan menggelar operasi pasar.

"Selain itu, kepala daerah dan segenap unsur SKPD untuk menjaga kondusifitas keamanan di daerah masing-masing karena kriminalitas biasanya akan meningkat menjelang lebaran," tambah Erry.

Sementara Walikota Gunung Sitoli, Martinus Lase juga optimis keberadaan KNIA dapat menunjang insdutri pariwisata di Nias.

"Selama ini maskapai penerbangan hanya melayani empat kali penerbangan tiap hari. Sepekan mendatang, Wing Air akan menambah layanan menjadi enam kali penerbangan ke Pulau Nias," terang Martinus.

Menurut Martinus, layanan penerbanan tersebut berpengaruh signifikant dalam mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Nias.

Dipenghujung acara Safari Ramadhan, Pemprov Sumut menyerahkan bantuan kepada Badan Kenaziran Mesjid (BKM), 100 ulama dan 100 anak yatim di Pulau Nias. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi