post image
KOMENTAR
Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) di bawah Menteri Susi Pudjiastuti akan menenggelamkan 19 kapal perikanan pelaku illegal unreported and unregulated (IUU) fishing hari ini (Rabu, 20/5).

Sementara itu, berdasarkan koordinasi, pada hari ini juga, TNI AL akan menenggelamkan 22 kapal illegal fishing. TNI AL memusatkan penenggelaman di Ranai, Kepulauan Riau.

"Sehingga tolal keseluruhan ada 41 kapal yang ditenggelamkan hari ini," Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksda TNI (Purn) Asep Burhanudin di Bitung, Sulawesi Utara.

Untuk 19 kapal yang akan ditenggelamkan KKP, semuanya adalah kapal asing. Yaitu, 11 Filipina, 5 Vietnam, 2 Thailand dan 1 China. Masing-masing akan ditenggelamkan di Perairan Bitung, Sulawesi Utara (11 kapal), di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat (6 kapal), di Perairan Belawan, Sumatera Utara (1 kapal), dan di Perairan Idi, Aceh (1 kapal).

Asep menjelaskan, 19 tersebut semuanya akan ditenggelam serentak hari ini pada pukul 10.00 WIB. Dan untuk Bitung akan dilakukan pukul 11.00 WITA.

Kegiatan peneggelaman dilaksanakan atas kerja sama KKP dengan TNI AL dan Polri yang diwujudkan melalui berbagai dukungan, khususnya unsur-unsur Kapal Pengawas KKP, KRI TNI AL dan Kapal Polisi.

Asep menerangkan, penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilaksanakan sesuai dengan UU No 45/2009 tentang Perikanan. Selain itu, penengelaman dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Penenggelaman ini dilakukan dengan menggunakan dinamit daya ledak rendah sehingga kondisi kapal tetap terjaga, dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggelaman.

"Diharapkan kapal-kapal yang ditenggelamkan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejehteraan nelayan," kata Asep di Bitung sebelum melaksanakan peneggelaman. [hta/rmol]

Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tingkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMK YAPIM Biru-Biru

Sebelumnya

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa